Halaman

Sabtu, 30 Juli 2011

Mata Bengkak Saat Bangun Tidur? Ini Penyebabnya

Bookmark and Share

Saat bangun di pagi hari kadang seseorang mengalami mata bengkak sehingga membuatnya tidak percaya diri. Sebenarnya apa yang menyebabkan mata jadi bengkak saat pagi hari?

Mata yang bengkak biasanya baru tersadari saat seseorang bangun tidur. Kejadian ini adalah hal yang umum terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya, seperti dikutip dari
Livestrong dan Mayoclinic, Sabtu (30/7/2011) yaitu:

Posisi tidur

Tidur dengan posisi kepala yang tidak ditinggikan bisa membuat cairan terakumulasi di bawah mata. Sebaliknya jika kepala agak tertopang dengan menempatkan bantal di bawah kepala akan memungkinkan kekuatan gravitasi untuk menarik cairan dari bawah mata secara alami.


Berapa lama waktu tidur

Mendapatkan waktu tidur yang cukup tidak hanya membantu tubuh berfungsi dengan baik, tapi juga mempengaruhi tingkat peradangan dalam tubuh. Bila tidak mendapatkan tidur yang cukup, maka pembuluh darah di bawah mata akan membesar dan lebih dekat dengan permukaan sehingga tampak lebih bengkak.


Makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelum tidur

Jika mengonsumsi makanan yang kaya natrium atau minum alkohol berlebih maka kemungkinan akan bangun dengan mata bengkak. Hal ini karena makanan yang terlalu asin atau natrium tinggi menyebabkan tubuh menahan air sehingga memicu mata bengkak.
Sementara itu alkohol bertindak sebagai minuman yang memicu dehidrasi sehingga membuat kulit di bawah mata terasa lebih tipis. Hal ini menyebabkan cairan yang menumpuk lebih terlihat dan tampak lebih bengkak. Meski begitu ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai rutinitas untuk mengurangi mata bengkak secara efektif yaitu:
  1. Mengompres dingin area mata secara keseluruhan selama beberapa menit setelah bangun tidur. Untuk mengompresnya bisa menggunakan irisan timun, kain, kapas atau kantong teh basah yang berfungsi menyempitkan pembuluh darah.
  2. Berikan tekanan secara lembut pada tulang di sekitar mata seperti ketika dikompres, kondisi ini akan mendorong sirkulasi dan membantu mengurangi cairan berlebih.
  3. Jika mata bengkak akibat makan makanan asin di malam hari, maka minum air putih saat bangun tidur bisa membantu mengurangi mata bengkak.
  4. Cobalah tidur cukup dan menggunakan bantal untuk membantu menopang kepala sehingga mencegah akumulasi cairan di sekitar mata selama tidur.
  5. Jika mata yang bengkak akibat alergi terhadap sesuatu, maka kenali pemicu alergi tersebut. Alergi ini bisa disebabkan oleh sabun, kosmetik atau obat tertentu.

Selasa, 14 Juni 2011

Cara Menjaga Mata Agar Tetap Sehat

Bookmark and Share

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang penting karena membantu penglihatan seseorang. Untuk melindunginya agar terbebas dari kerusakan atau penyakit, ada 7 cara yang bisa dilakukan.

Struktur dan fungsi dari mata untuk melihat tidaklah sederhana. Diperlukan kerjasama dari beberapa bagian mata dalam menghasilkan gambar yang nantinya akan dikirim ke otak.


Untuk menjaga dan melindungi mata agar tetap sehat dan terhindar dari gangguan, ada 7 cara yang bisa dilakukan seperti dikutip dari
Foxnews, Selasa (14/6/2011) yaitu:

1. Mengonsumsi sayuran berdaun hijau tua


Sayuran yang memiliki daun hijau tua seperti bayam, brokoli atau sayuran lain mengandung lutein dan zeaxanthin, yaitu dua jenis karotenoid yang diketahui bisa mengurangi risiko berkembangnya katarak serta penurunan penglihatan akibat gangguan di pusat retina. Cobalah untuk mengonsumsinya dua porsi sehari, misalnya satu porsi bayam saat makan siang dan satu porsi brokoli saat makan malam.


2. Mengonsumsi antioksidan

Makanan seperti berry, jeruk, plum dan ceri membantu meminimalkan kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas (seperti dari sinar matahari dan polusi), serta mengurangi risiko pengerasan lensa yang dapat memicu katarak. Konsumsi antioksidan setidaknya 2 porsi dalam sehari.


3. Mengonsumsi asam lemak omega-3


Bukti menunjukkan asam lemak omega-3 dari ikan tertentu seperti salmon, halibut dan tuna bisa melindungi saluran air mata, melindungi lensa, meminimalkan mata kering dan mencegah katarak. Konsumsi ikan 2-3 porsi seminggu dan mengurangi daging merah, karena diduga bisa meningkatkan risiko gangguan mata di usia tua.


4. Mengonsumsi wortel

Sayuran garing ini mengandung senyawa beta karoten, yaitu suatu karotenoid yang dapat membantu menjaga mata agar tetap sehat. Senyawa ini juga bisa ditemukan pada labu kuning.


5. Menggunakan kacamata


Sinar UV adalah salah satu
penyebab utama pengerasan lensa, katarak dan penurunan penglihatan akibat gangguan di pusat retina. Penggunaan kacamata dengan lensa gelap bisa menyaring sinar UV hingga 100 persen saat berada di luar ruangan. Jika tidak ada kacamata, bisa juga dengan menggunakan topi untuk mengurangi paparan sinar UV.

6. Melakukan olahraga


Beberapa studi telah menunjukkan bahwa latihan aerobik bisa menurunkan tekanan di dalam mata sehingga mengurangi risiko glaukoma. Olahraga yang dilakukan bisa berjalan selama 30 menit sebanyak 3 kali seminggu, jogging, treadmill atau mengambil kelas kebugaran.

7. Mengonsumsi multivitamin


National Eye Institute menunjukkan bahwa vitamin antioksidan C dan E, vitamin B6 dan B12, beta karoten serta mineral tembaga dan seng bisa memperlambat perkembangan penurunan penglihatan akibat gangguan di pusat retina dan katarak. Sebelum mengonsumsi suplemen, lebih baik penuhi asupannya dari bahan-bahan alami terlebih dahulu.

Senin, 09 Mei 2011

Air Zam-Zam Dikabarkan Tercemar, Pemerintah Saudi Bantah

Bookmark and Share

Sumur Zam-Zam
JEDDAH-- Pemerintah Arab Saudi telah membantah pernyataan bahwa air Zam Zam --yang berasal dari mata air di dalam kompleks Masjidil Haram Makkah--tercemar. Kerajaan Arab menegaskan tak ada ancaman kesehatan pada air suci itu.

Dewan Pimpinan Urusan Dua Tempat Suci mengatakan di dalam satu pernyataan, Sabtu (7/5), dewan tersebut tak menerima laporan yang menyatakan ada masalah dengan air Zam Zam, yang aman untuk diminum.


Menurut ajaran Islam, mata air itu tak pernah kering selama 4.000 tahun dan banyak peziarah memperlakukan air tersebut sebagai air suci dan memiliki keajaiban dalam penyembuhan.

Media Inggris pekan lalu melaporkan sumur tersebut "tercemar" dan "meminum air Zam Zam dapat menimbulkan penyakit seperti kanker".

Kedutaan Besar Arab Saudi di London mengeluarkan pernyataan yang menegaskan air Zam Zam tak tercemar dan penelitian di berbagai laboratorium Eropa pada Maret mengkonfirmasi air tersebut aman untuk diminum.

Raja Abdulah pada September lalu meresmikan proyek bernilai 187 juta dolar AS yang mampu mengisi 200.000 botol per hari di Makkah.

Peziarah di Majidil Haram dapat meminum air Zam Zam dari ratusan keran yang tersedia di mana-mana. Pemerintah Arab Saudi telah melarang eksport komersial air tersebut.

Umat Muslim percaya air Zam Zam ke luar dari dalam tanah untuk memberi Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, dan putranya yang masih bayi, Nabi Ismail AS, di bawah sengatan terik Matahari di lembah kering Makkah pada waktu itu.

Source/ref : Republika.co.id - mei 2011

Selasa, 26 April 2011

Sewa Rumah dalam DINAR dan DIRHAM

Bookmark and Share

Pada mulanya, Bu Wulan tidak yakin dengan kedua koin tersebut. Tetapi begitu dia memegang koin-koin tersebut, terasa lebih mudah baginya untuk memahami dinar dirham.
Koin-koin yang terbungkus dalam plastik transparan itu diambil satu persatu dengan pelan oleh Bu Wulan. Enam orang rekan Bu Wulan yang berada di sekelilingnya ikut mengarahkan pandangan pada koin-koin berbungkus plastik itu. Tampak enam koin berwarna kuning yang terdiri dari kombinasi koin dinar dan koin nisfu dinar. Sedangkan empat koin yang berwarna putih perak adalah koin perak murni yang terdiri dari kombinasi koin dirhamayn, dirham dan nisfu dirham.

Siang itu, 14 April 2011, di ruangan kerjanya di Jakarta Selatan, dengan disaksikan rekan-rekan satu ruangannya, Bu Wulan menerima koin dinar emas dan dirham perak sejumlah 5,5 dinar dan 4,5 dirham. Momen itu adalah saat pertama kali baginya memegang dinar emas dan dirham perak. Demikian juga bagi sebagian besar rekan Bu Wulan di ruangan tersebut. Kedua jenis koin yang disebut sebagai nuqud yang sempat menghilang dalam sejarah peradaban Islam kini mulai dikenal kembali oleh banyak kalangan, dan kini berada di tangan Bu Wulan.

Koin-koin yang diterima Bu Wulan merupakan pembayaran dari penulis atas pemanfaatan rumah milik Bu Wulan yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta. Setahun lalu, penulis masih membayar sewa rumah tersebut menggunakan rupiah. Sedangkan pada tahun kedua ini, Bu Wulan sudah bersedia menerima dinar emas dan dirham perak sebagai pengganti jasa sewa rumahnya.

Pada mulanya, Bu Wulan merasa tidak yakin dengan kedua koin tersebut, apalagi dengan nominasi yang tidak dikenal sebelumnya yang cukup membingungkan dirinya. Akan tetapi begitu dia memegang sendiri koin-koin tersebut, terasa lebih mudah baginya untuk memahami dan mengenal koin dinar dirham dari Wakala Induk Nusantara tersebut. Penjelasan singkat mengenai dinar dirham ditambah dengan fakta bahwa daya beli uang kertas dari tahun ke tahun selalu menurun digerogoti inflasi membuat Bu Wulan, dengan izin suaminya, menerima kedua koin tersebut sebagai pembayaran. Selain itu, dengan menerima pembayaran dalam bentuk dinar dan dirham, Bu Wulan menyadari bahwa itu adalah bagian dari pengamalan kembali pada sunnah dan muamalah yang adil.

Koin-koin yang diterima Bu Wulan adalah karena akad sewa rumah, yang berarti telah dihasilkan jasa sehingga pantas dihargai dengan asset yang setara, bukan dengan uang kertas yang nilainya terus menyusut. Penukaran jasa dengan dinar dirham merupakan salah satu cara agar dinar dirham berputar dan berpindah tangan di masyarakat luas selain melalui perniagaan barang/produk dagangan. Selain itu, dinar dirham berputar melalui zakat, wakaf, infak,sodaqoh, hadiah dan sebagainya. Baru setelah itu, alternatif terakhir untuk mendapatkan dinar dirham adalah dengan menukarkan uang kertas ke dinar dirham.

Semoga dinar dirham bisa cepat beredar ke masyarakat dan berputar/berpindah dari tangan ke tangan sehingga meningkatkan ketahanan ekonomi umat. Selain itu, dinar dirham yang beredar tersebut secara bertahap akan memusnahkan riba yang merusak karena pemakaian fiat money.





Source/ref: WakalaNusantara - apr 2011

Awas RUPIAH Anda Dimakan RAYAP

Bookmark and Share

Uang Kertas yang di Makan Rayap
Sepasukan rayap telah mengunyah sampai 10 juta rupee (sekitar Rp 1.9 milyar) mata uang kertas yang disimpan dalam peti baja di bank. Polisi di kwasan Barabanski, Utar Pradesh, India, mengatakan, hari Jumat pekan lalu.

Sang manajer bank menemukan kerusakan ketika ia membuka ruangan yang diperkuat di sebuah bangunan bank lama pada hari Rabu, kata polisi Navneet Rana, kepada The Associated Press.

'Ini sedang dalam penyelidikan bagaimana rayap menyerang bundel mata uang yang ditumpuk dalam peti baja,' katanya. Uang itu diletakkan di brankas itu pada bulan Januari.

Rayap juga telah merusak perabot dan dokumen bank di masa lalu. Tentu jadi persoalan, siapa yang mau menanggung atas kerugian uang kertas yang dimakan rayap ini? Apakah Bank Sentral India? Apakah si bank yang dititipi nasabah?

Kalau duit rupee di India, bisa hancur dimakan rayap, tentunya 'saudaranya', rupiah di Indonesia pun, bisa mengalami nasib serupa. Awas dan waspadalah! Maka, simpanlah harta Anda dalam dinar emas dan Dirham perak.

'Ini (Dinar dan Dirham) mata uang yang bebas riba, bebas inflasi dan bebas rayap,' kata Pak Devid Hardi dari Wakala Sauqi, Bandung, mengomentari peristiwa ini. Serius dan lucu.

Source/ref: WakalaNusantara - apr 2011

Senin, 25 April 2011

Awas! IKAN ASIN Berpemutih

Bookmark and Share

Tidak hanya sayur mayur yang banyak diburu konsumen. Ikan asin juga merupakan salah satu barang dagangan paling laris manis. Dari mulai ikan asin mini, seperti teri, sampai ikan asin berukuran jumbo, seperti ikan pari laris diburu pembeli.

Jika melihat ikan asin di pasar, semua pasti terlihat normal dan baik baik saja. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, baru Anda bisa melihat perbedaan antara ikan asin yang masih bagus dan tidak.

Para pengolahan ikan asin di Jakarta Utara mengaku mendapatkan ikan segar dari para nelayan yang baru saja dari laut. Mereka lalu mengolahnya dengan memanfaatkan terik sinar matahari. Cara ini menjadi media alami untuk mengeringkan ikan. Cara tradisional ini pula yang hampir selalu menjadi jurus andalan para pengasin ikan.

Sayang, ada saja pihak yang ingin mendapatkan cara instan untuk menutup atau menghilangkan noda kotoran pada ikan asin. Meski tidak lagi menggunakan formalin untuk memperindah tampilan ikan asin. Namun mereka menggunakan zat kimia berbahaya berupa pemutih atau hidrogen peroksida. Padahal bahan kimia berbahaya ini biasanya hanya digunakan untuk memutihkan kayu, pakaian, dan bahan biang pembersih lantai.

Kenyataan ini memang cukup mengerikan. Apalagi ikan yang sudah diberi pemutih itu juga dikonsumsi masyarakat luas. Penggunaan zat pemutih pada ikan jelas tak jauh beda bahayanya bagi kesehatan dibanding penggunaan formalin.

Penggunaan zat kimia berbahaya hidrogen peroksida atau yang populer dengan sebutan cairan pemutih terhadap ikan asin teryata sudah berlangsung cukup lama. Pemasarannya pun tidak hanya di wilayah Jakarta. Para pelaku biasanya juga memasarkannya ke wilayah Bogor, Cianjur, dan Bandung, Jawa Barat.

Ironisnya, penjualan zat pemutih berbahaya dapat dengan mudah diperoleh di sejumlah toko kimia. Ini membuat para pedagang mudah memperolehnya. Untuk mengelabui masyarakat, pedagang biasanya menyelipkan ikan asin berformalin dengan ikan yang tak mengandung zat kimia. Kebanyakan pembeli tak mengetahui jika ikan asin yang mereka beli mengandung pemutih.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan masyarakat untuk tidak terkecoh dengan membeli penganan berbahaya yang mengandung zat kimia berbahaya. Peredaran zat kimia yang dapat membahayakan seharusnya diatur pihak yang berwenang. Tindakan hukum juga diperlukan untuk menjamin para konsumen.

Source/ref: Liputan6.com - apr 2011

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More