Halaman

Tampilkan postingan dengan label LINGKUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LINGKUNGAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 September 2011

HUTAN Kalimantan untuk Tebus Utang RI ke AS

Bookmark and Share

Hutan  Kalimantan
Pemerintah Amerika Serikat akan melakukan debt for nature swap sebesar US$28,5 juta dalam rangkan membantu upaya pelestarian hutan dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia, khususnya di Kalimantan. Kebijakan ini masuk dalam Tropical Forest Conservation Act 2 (TCFA2)

Debt for nature swap adalah pengalihan utang yang kali ini dananya digunakan untuk membiayai program konservasi keanekaragaman hayati dan hutan tropis.

Selasa, 16 Agustus 2011

Seberapa Lama Manusia Tahan Tanpa Minum?

Bookmark and Share

Jika berada dalam alam liar, hal apa saja bisa terjadi, termasuk kehabisan air minum. Selain itu, terdapat ‘tiga aturan’ untuk bertahan hidup. Apa saja?

Tanpa air, Anda bisa bertahan selama tiga menit. Dalam lingkungan lebih keras, seperti sedang bersalju, Anda bisa bertahan selama tiga jam tanpa tempat berlindung. Setelah tiga hari, Anda butuh air atau Anda akan ‘menghilang’.

Tanpa makanan, Anda bisa bertahan selama tiga pekan meski menjalaninya akan sangat menyakitkan. Meski aturan ini sangat membantu, beberapa orang mampu bertahan selama delapan hingga 10 hari tanpa air dan hal ini akan membuat orang sangat putus asa.

Mengingat 65% tubuh manusia terbuat dari air, air sangatlah penting bagi menusia seperti dikutip dari berbagai sumber dan Science. Air mengalir melewati darah membawa oksigen dan nutrisi ke sel dan membuang ‘limbah’ keluar dari tubuh.

Selain itu, air menjadi ‘bantal’ bagi sendi dan jaringan lunak tubuh. Tanpa air sebagai bagian kegiatan rutin harian, manusia tak akan bisa mencerna atau menyerap makanan.

Source: Inilah.com - aug 2011

Es Kutub Utara Meleleh Lebih Cepat

Bookmark and Share

INILAH.COM, Jakarta - Perhitungan PBB mengenai masa leleh es Kutub Utara bisa jadi salah. Ilmuwan MIT perkirakan es Kutub Utara akan meleleh 4 kali lebih cepat.

Ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) membantah penyataan Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai perubahan iklim, yang menyebutkan bahwa es Kutub Utara akan habis meleleh pada 2100. Seperti dilansir International Business Times, menurut prediksi MIT, es di Kutub Utara akan meleleh dengan laju empat kali lebih cepat daripada yang dilaporkan PBB.

Selasa, 02 Agustus 2011

Danau di Texas Berubah Jadi 'Kolam Darah'

Bookmark and Share

Danau Texas yang Berubah Warna
Sebuah danau di Texas Barat, Amerika Serikat berubah warna menjadi merah darah di musim panas ini. Waduk OC Fisher di San Angelo State Park, yang sebelumnya populer sebagai tempat memancing dan rekreasi, mengering. Meninggalkan debit air dalam jumlah yang stagnan, dipenuhi ikan mati. Warnanya berubah menjadi merah buram. Mirip warna darah.

Untuk orang-orang yang meyakini kiamat sebentar lagi berpendapat, fenomena di OC Fisher adalah pertanda akhir dunia. Namun pejabat yang mengurusi taman margasatwa membantahnya. Menurut mereka, warna darah sama sekali tak ada kaitannya dengan mistis, tapi dikarenakan bakteri  Chromatiaceae yang berkembang dalam air yang kehilangan oksigen. "Ini memang mengejutkan," kata  Charles Cruz, salah satu staf taman margasatwa, seperti dimuat LiveScience, 1 Agustus 2011.

Musim panas ini, Texas memang mengalami kekeringan luar biasa, sekitar 75 persen wilayah ini mengalami kemarau parah. Itu menurut data Badan nasional Mitigasi Kekeringan (NDMC). Negara bagian ini mengharap badai tropis Don menurunkan hujan, namun alih-alih hujan deras, Don hanya mengundang curah hujan 1 hingga 2 inchi di wilayah dekat pantai.

Kekeringan juga menyebabkan benberapa waduk di Texas Barat kering. "Tahun lalu kami meneliti waduk itu, dan menemukan banyak populasi ikan di dalamnya," kata Cruz. Yang terjadi saat ini memprihatinkan. "Level air danau makin menurun, dan ikan-ikan di dalamnya mati mengambang. Ini sangat memprihatinkan."

Pekan lalu, tambah Cruz, danau yang luas hanya menyisakan kolam kecil air yang dalamnya beberapa kaki. Ada ribuan ikan yang mati, tak ada tanda-tanda kehidupan di danau itu.

Gambar kolam darah di Waduk OC Fisher menyebar melalui internet dan forum-forum di dunia maya. Seorang pendeta dari Indiana, Paul Begley, dalam sebuah video di YouTube mengatakan, danau itu mungkin adalah pertanda kiamat seperti yang tertera dalam kitab suci.

"Malaikat kedua menumpahkan mangkuknya ke laut, dan mengubahnya menjadi merah darah, seperti orang mati. Dan apapun yang ada di dalam laut mati," kata Begley. Lalu, 'malaikat ketiga menumpahkan isi mangkuknya ke sungai dan mata air, berubah menjadi darah."

Namun, Begley mungkin sama tak beruntungnya dalam hal meramal kiamat seperti Harold Camping, pengkotbah radio yang berkoar bahwa akhir dunia akan tiba pada 21 Mei 2011. 

Source: Vivanews

Selasa, 19 April 2011

STANDAR EMISI Perbaiki Kesehatan & Iklim

Bookmark and Share

Grenbelt – Analisa terbaru tim ilmuwan yang dipimpin Drew Shindell dari Goddard Institute for Space Studies (GISS) menunjukkan, standar emisi kendaraan yang ketat sangat baik bagi kesehatan, agrikultur dan iklim.

Shindell dan rekan menggunakan model komputer komprehensif serta simulator iklim dalam penelitiaannya. Ditemukan, asap kendaraan menjadi penyumbang besar perubahan iklim di semua negara, khususnya negara berkembang.

Para ilmuwan menggunakan teknik permodelan yang dikembangkan di GISS guna membandingkan skenario dasar dengan asumsi standar emisi pada satu dekade mendatang.

Skenario kedua, sebagian besar negara mengadopsi standar ketat serupa Eropa dan Amerika Utara.

Kendaraan di dua daerah tersebut, menghasilkan lebih sedikit partikel dan gas-gas polusi, termasuk oksida nitrat dan karbon monoksida. Skenario agresif mengasumsikan, misalnya,

China, India, dan Brazil mengadopsi standar ‘Euro 6’ di 2015, standar ini merupakan rezim yang akan mengurangi emisi partikel sekitar 85%, oksida nitrogen sekitar 65%, dan karbon monoksida sekitar 70% untuk kendaraan penumpang.

Skenario agresif mengasumsikan pengurangan emisi besar di Amerika Latin, Afrika, dan Timur Tengah yang memiliki standar longgar. Aturan emisi di Amerika Utara sedikit lebih ketat dibanding Eropa. Studi ini diterbitkan pada edisi perdana ‘Nature Climate Change’.

Materi partikulat dari asap kendaraan dapat menyelinap melalui pertahanan tubuh dan menembus jauh ke dalam paru-paru. Di sana, materi ini bisa memicu berbagai penyakit, termasuk asma, jantung dan bronkitis. Ozon, karbon monoksida atau hidrokarbon serta sinar matahari dapat membahayakan manusia dan tanaman.

Pada manusia, produk tersebut membakar lapisan saluran udara dan membuat proses bernapas menjadi lebih sulit dan paru-paru akan luka setelah terpapar untuk jangka waktu lama. Pada tanaman, membran sel menjadi rusak, fotosintesis melambat dan mengurangi hasil.

“Penerapan standar agresif pada 2015 akan mendukung pencegahan kematian 200 ribu orang di dunia, menyelamatkan 13 juta ton butir serealia dari kerusakan ozon, dan menghemat US$1,5 triliun atas kerusakan kesehatan tiap tahunnya setelah 2030,” papar Shindell.

Setelah lima tahun, jumlah untuk menyelamatkan satu juta jiwa, yakni lebih dari 50 juta ton makanan, dan US$7,5 triliun untuk kerusakan kesehatan manusia. Kerusakan kesehatan berdasarkan teknik akuntansi ekonom digunakan untuk mempertimbangkan manfaat peraturan penyelamatan jiwa yang disebut ‘nilai statistik kehidupan’.

Sebagai perbandingan, PBB memperkirakan, gempa bumi dan tsunami yang melanda pantai timur Honshu, Jepang, menyebabkan 27.600 kematian dan menimbulkan kerusakan US$185-308 miliar (Rp160-266 triliun) pada akhir Maret lalu. Badai Katrina menewaskan 1.836 orang dan menimbulkan kerusakan US$81 miliar (Rp70,1 triliun).

Sementara penurunan partikel cenderung menghasilkan manfaat kesehatan setempat, para ilmuwan menemukan manfaat kesehatan dan agrikultur dari pengurangan ozon. Artinya, negara seperti India mengalami perubahan emisi sebanyak perubahan emisi lokal. “Tak ada satu ukuran cocok untuk standar emisi di tiap negara. Butuh pendekatan berbeda,” lanjut Shindell.

Studi baru menunjukkan, ukuran yang sama bermanfaat bagi kesehatan manusia dan pertanian akan mengurangi secara signifikan perubahan iklim dalam waktu dekat. Sementara itu, karbon dioksida yang dilepaskan kendaraan berkontribusi pada pemanasan global, termasuk karbon hitam, sulfat, dan karbon organik.

Beberapa aerosol memantulkan sinar matahari dan menghasilkan efek pendinginan. Sementara sisanya menghangatkan atmosfer. Aerosol kendaraan dapat mempengaruhi perkembangan awan yang dampaknya tak terlalu diketahui untuk iklim. Model Shindell menunjukkan, standar emisi ketat akan mengurangi 20 derajat celcius pemanasan di belahan bumi utara dari 2040 hingga 2070.

“Meski standar ketat akan memberi manfaat iklim yang jelas dalam waktu dekat, dampak akumulasi karbon dioksida dari kendaraan begitu besar sehingga masih akan ada efek pemanasan secara keseluruhan dari emisi kendaraan,” kata Shindell.

Jelaga mudah menyerap sinar matahari dan menyebabkan atmosfer menghangat. Hal ini juga mempercepat pemanasan dengan cara melapisi permukaan salju dan es serta mengurangi reflektifitasnya. Serupa, ozon, gas rumah kaca juga menghangatkan Bumi.

Untuk manfaat kesehatan, model proyek dampak iklim standar lebih ketat sangat beragam tergantung daerah. Efek pendinginan sulfat diminimalkan di banyak bagian bumi, termasuk lembaran es dan gurun yang sangat reflektif. Hingga kini, kebanyakan studi melihat dampaknya pada kesehatan, agrikultur, atau iklim dari emisi isolasi.

Analisis Shindell merupakan salah satu analis pertama yang memiliki pendekatan lebih realistis. “Jenis studi ini jelas dibutuhkan para pembuat kebijakan. Ambil skenario kebijakan nyata dan periksa dampaknya pada aneka ragam isu, termasuk polusi udara, iklim, tanaman. Kemudian, gunakan hasil tersebut untuk mencari solusi antar daerah yang sangat bervariasi,” tutup ahli iklim Gavin Schmidt dari GISS.

Source/ref: Inilah.com - apr 2011

Apakah GAS ALAM Benar-Benar Ramah Lingkungan?

Bookmark and Share

Studi Cornell University mengungkap, gas alam dari deposit serpih jauh dari kata ramah lingkungan. Meski begitu, para pendukung menuduh peneliti itu berlebihan.

Studi yang diterbitkan online di jurnal Climatic Change mendebat anggapan kebocoran metan selama produksi gas serpih jauh lebih berbahaya bagi lingkungan dibanding pembakaran batu bara.

Amerika Serikat (AS) sangat kaya deposit gas dan beberapa analis menjuluki negara itu sebagai Arab Saudi gas alam. Badan Informasi Energi AS menemukan, produksi gas serpih akan menambah setengah dari keseluruhan produksi gas alam AS untuk 25 tahun mendatang.

Ulasan online Massachusetts Institute of Technology mencatat, gas alam membakar setengah karbon dioksida saat masih berupa batu bara. Selama ekstraksi, metan dilepaskan dan hal ini jauh lebih merusak lingkungan dibanding CO2.

Pendukung industri energi Energy in Depth mendebat studi Cornell. Pendukung mengklaim Cornell tak memiliki cukup data atas studinya. Meski begitu, ilmuwan Cornell menyalahkan industri energi atas ketidakpekaan mereka.

Progesor energi Mark Jaccard dari Simon Fraser University mengaku, temuan Cornell tak mengejutkan dan harus diperlakukan sebagai peringatan bagi raksasa industri yang ingin mengeksploitasi gas serpih.

"Gas serpih harus diproduksi dengan cara yang bisa menghasilkan sedikit emisi," tutupnya.

Source/ref: Inilah.com - apr 2011

TEBU Jadi Alternatif BAHAN BAKAR di BRAZIL

Bookmark and Share

Tebu menjadi alternatif bahan bakar fosil pemanasan global pada mobil dan truk di Brazil. Selain itu, tebu memiliki efek menguntungkan, mendinginkan suhu lokal.

Para peneliti memperingatkan, bukan berarti tebu akan menggantikan hutan Amazon atau vegetasi alam lainnya. Manfaat tebu bisa muncul ketika tebu dimasukkan dalam pertanian yang ada, menggantikan tanah rumput atau tanaman panen seperti kedelai.

"Tebu memiliki kemampuan memantulkan sinar matahari agar ‘berkeringat’ dan keringat tebu mendinginkan udara," kata pemimpin peneliti Scott Loarie dari Carnegie Institution for Science.

Tanaman menarik uap air dari tanah dan memancarkannya ke udara dalam proses fotosintesis, ungkap Loarie. Selain itu, tebu sangat efisien dalam saat melakukan transfer pendingin kelembaban.

“Dengan tebu, efek pendinginan evaporatif jauh lebih signifikan dibanding dengan Albedo (reflektifitas),” katanya.

Studi ini diterbitkan dalam Nature Climate Change. Tebu digunakan dalam biofuel yang menjadi bahan bakar seperempat kendaraan bermotor di Brazil.

Alhasil, atmosfer akan terjaga dari gas rumah kaca karbondioksida yang mempengaruhi iklim global. Namun, karena efisiensinya memancarkan air dingin, suhu lokal akan turun 0,93 derajat Celsius dibanding tanaman lain.

Source/ref: Inilah.com - apr 2011

Kamis, 14 April 2011

Terungkap, IKLIM Bisa Picu GEMPA

Bookmark and Share

Untuk pertama kalinya ilmuwan menemukan hubungan intensif iklim dan lempeng tektonik. Temuan ini bisa menyediakan wawasan berharga terjadinya gempa dahsyat.

Memahami mengapa arah dan kecepatan lempeng berubah merupakan kunci kejadian seismik seperti gempa Jepang Maret lalu atau gempa Selandia Baru Februari lalu. Poros Bumi bergeser beberapa inci saat itu.

Tim peneliti Prancis dan Jerman yang dipimpin Australia menemukan, penguatan monsun India mempercepat pergerakan lempeng India 10 juta tahun terakhir dengan faktor 20%.

Kepala peneliti Giampiero Iaffaldano mengatakan, meski para ilmuwan telah lama mengetahui pergerakan tektonik mempengaruhi iklim melalui penciptaan gunung baru dan parit laut, untuk pertama kalinya studi menunjukkan hal sebaliknya.

"Penutupan atau pembukaan cekungan laut baru atau pembuatan gunung besar seperti Andes atau Tibet merupakan proses geologis yang mempengaruhi pola iklim," ungkap ilmuwan bumi Iaffaldano di Australian National University.


"Untuk pertama kalinya, kami membuktikan hal sebaliknya memang benar terjadi", katanya. "Pola iklim bisa mempengaruhi kembali dalam suatu mekanisme umpan balik gerak lempeng tektonik," tutupnya.


Source/ref: Inilah.com - apr 2011

Rabu, 30 Maret 2011

2050, Miliaran Orang Kekurangan Air

Bookmark and Share

Lebih dari satu miliar penduduk kota akan mengalami kekurangan air serius pada 2050. Ini akibat perubahan iklim yang memperburuk urbanisasi.

Kota-kota di India akan menjadi kota yang mengalami dampak terparah. Selain mengancam ketersediaan air, binatang-binatang pun juga terancam jika kota-kota di negara berkembang ini menyedot air dari luar.

Studi yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences ini menemukan, tren urbanisasi membuat 993 juta penduduk hidup dengan jumlah air kurang dari 100 liter per orang pada pertengahan abad ini.

Perubahan iklim ini akan mempengaruhi 100 juta orang tambahan untuk kebutuhan minum, makan, bersih-bersih, mandi dan toilet.

“Jangan anggap jumlah ini sebagai takdir. Jumlah ini merupakan tantangan,” kata penulis utama Rob McDonald dari Konservasi Alam, kelompok swasta yang peduli lingkungan di dekat Washington.

“Ada solusi mendapat air untuk miliaran orang ini. Investasi besar dibutuhkan, baik di infrastruktur atau efisiensi penggunaan air,” katanya.

Saat ini 150 juta orang menggunakan air lebih dari 100 liter tiap hari. Di Amerika Serikat (AS), rata-rata orang menggunakan 376 liter air tiap hari, paparnya.

Namun dunia sedang mengalami pergeseran seiring perpindahan orang di India, China dan negara berkembang lainnya. Enam kota terbesar India, seperti Mumbai, Delhi, Kolkata, Bangalore, Chennai dan Hyderabad merupakan kota yang sudah mengalami kekurangan air.
Studi meramalkan, 119 juta orang akan kekurangan air pada 2050 di delta Sungai Gangga.

Source/ref: Inilah.com - mar 2011

Senin, 28 Maret 2011

Radiasi NUKLIR Tingkat Tinggi Ditemukan

Bookmark and Share

Dampak kerusakan akibat kebocoran pembangkit listrik tenaga listrik (PLTN) Fukushima Daiichi, Jepang, tak kunjung usai. Setelah ancaman tingkat radiasi terus menghantui, kini ditemukan tingkat radiasi sangat tinggi di reaktor unit 2. Jumlah tingkat radiasi mencapai 10 juta kali lipat dari batas ambang normal.

Seperti diberitakan NHK, Tokyo Electric Power Co (Tepco) menjelaskan tingkat radiasi ini mencapai 2,9 miliar becquerels dalam satu kubik centimeter (cm) air di ruang bawah tanah bangunan turbin yang terpasang ke reaktor nomor 2.

Tingkat kontaminasi ini sekitar 1000 kali dibandingkan kebocoran radiasi di ruang bawah tanah reaktor nomor 1 dan 3. Tepco menambahkan material radioaktif terdeteksi termasuk 2,9 miliar becquerels yodium 134, 13 juta becquerels yodium 131, dan 2,3 juta becquerels, masing-masing cesium 134 dan 137.

Material ini dipancarkan sepanjang proses fisi nuklir di inti reaktor. Perusahaan ini memperkirakan air terkontaminasi itu berasal dari inti reaktor rusak, dan mereka tengah mencari tahu bagaimana kebocoran bisa terjadi.

Lulusan University of Tokyo Naoto Sekimura mengatakan kebocoran ini mungkin muncul dari ruang penahan (suppression chamber) reaktor nomor 2. Ruang ini didesain untuk menampung radioaktif dari reaktor. Kantor berita Asociate Press melaporkan dengan adanya kejadian tersebut, para pekerja berjuang untuk memompa air yang terkontaminasi dari kompleks nuklir di Jepang itu . Level radiasi yang mencapai 10 juta kali lebih tinggi dari biasanya ini membuat pekerja mengukur tingkat radiasi sebelumnya. Meski tidak jelas berapa lama pekerja telah terpapar dengan radioaktif yang tinggi di pabrik Fukushima Daiichi.

Juru bicara Tepco Takashi Kurita mengaku adanya kontaminasi air di keempat reaktor, dan radiasi dalam satu unit reaktor diukur 1.000 millisieverts per jam, empat kali batas aman yang ditetapkan pemerintah.

Penemuan selama tiga hari terakhir ini telah menjadi kemunduran utama dalam misi mengatasi kerusakan pendingin setelah gempa dan tsunami. Krisis nuklir berkepanjangan telah mendorong keprihatian tentang keamanan makanan dan air di Jepang, yang merupakan sumber utama makanan laut untuk beberapa negara. Radiasi telah ditemukan dalam makanan, air laut dan bahkan pasokan air keran di Tokyo.

Menurut NHK, tingkat radiasi tinggi terdeteksi hingga 30 kilo meter dari pembangkit Fukushima. Tingkat radiasi meningkat 40 persen lebih tinggi dibanding batas tahunan untuk masyarakat umum.

Pemerintah Jepang mengatakan data menunjukkan 1,4 millisieverts diambil pada Rabu pagi di Namie Town, barat laut dari pembangkit. Meski begitu, pemerintah belum melakukan himbauan kepada penduduk yang tinggal di luar radius 30 kilo meter dari pembangkit untuk melakukan evakuasi atau tetap tinggal di rumah.

Hasil itu didapat Kementerian Ilmu Pengetahuan setelah membaca laporan monitoring di 10 lokasi di luar radius 30 kilo meter dari pembangkit, menyusul laporan tingkat radiasi relatif tinggi ditemukan di luar daerah tersebut.

Jumlah radiasi yang terdeteksi itu tidak menimbulkan risiko kesehatan. Namun mereka menyarankan warga di daerah untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya kenaikan tingkat radais. Karena pembangkit listrik tidak mungkin untuk berhenti melepaskan raadiasi dalam waktu depat.

Sementara radiasi tinggi itu memakan korban dua pekerja yang menderita luka bakar pada kakinya setelah menginjak air yang terkontaminasi radioaktif. Juru bicara pemerintah Yukio Edano mendesak Tepco agar lebih transparan. Pemerintah mengungkap serangkaian kesalahan yang dilakukan operator Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Tepco. "Kami mendesak Tepco memberikan informasi kepada pemerintah lebih cepat," kata Edano seperti dilansir dari laman Associated Press.

Juru bicara Badan Keselamatan Industri dan Nuklir (NISA) Hidehiko Nishiyama mengatakan Tepco sudah mengetahui resiko tingginya radiasi di udara pabrik enam hari sebelum kecelakaan dua pekerja itu. Kedua pekerja ini hanya menggunakan sepatu yang hanya menutupi sampai mata kaki. "Tidak cukup tinggi melindungi kaki mereka," tegasnya.

"Terlepas apakah ada kesadaran soal tingginya tingkat radiasi dalam air tergenang, namun ada masalah dalam cara kerja dilaksanakan."

NISA pun memberi peringatan kepada Tepco untuk meningkatkan dan memastikan keselamatan para pekerjanya.

Desakan pemerintah ini muncul di tengah upaya pekerja perusahaan itu menghentikan kebocoran gas dengan memindahkan air terkontaminasi dari unit-unit reaktor. Petugas sudah mencoba menggunakan air laut untuk mendinginkan reaktor. Namun, muncul kekhawatiran bahwa korosi garam akan memperparah kerusakan mesin di dalam unit reaktor. Saat ini Tepco berjibaku tengah menyuntikkan air segar ke dalam unit reaktor, dan mengeluarkan air yang terkontaminasi radioaktif.

Source/ref: Vivanews.com - mar 2011

Minggu, 27 Maret 2011

Radioaktif di Laut Fukushima Di ATAS BATAS AMAN

Bookmark and Share

Tingkat yodium radioaktif di laut dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima, Jepang, yang dilanda tsunami 1.250 kali di atas batas aman.

Pendeteksian dilakukan sekitar 300 meter perairan lepas pantai. Dikhawatirkan radiasi dari salah satu reaktor bisa merembes ke air tanah.

Tetapi radiasi tidak lagi berisiko setelah delapan hari, kata para pejabat.

Ada area air beradioaktif di empat reaktor di fasilitas pembangkit Fukushima, dan dua pekerja dilarikan ke rumah sakit.

Operator pembangkit mengatakan, inti pada salah satu dari enam reaktor mungkin telah rusak.

Operator mengumumkan bahwa selain air laut, air tawar juga akan digunakan untuk mendinginkan reaktor yang rusak dengan harapan akan lebih efektif.

Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengatakan situasi "sangat tidak terduga."

Radiasi juga telah mempengaruhi konsumsi bahan makanan di Jepang dan sistem kebijakan di negara itu lebih ketat dibanding di banyak negara.

Di pasar ikan Tsukiji yang terkenal di Tokyo, pedagang besar mengatakan bahwa hotel dan restoran membeli lebih sedikit dari biasanya. Beberapa di antaranya tutup di malam hari karena minimnya listrik.

Pejabat setempat bersikeras tingkat radiasi yang ditemukan dalam air laut tidak akan menyebabkan kontaminasi pada ikan hasil tangkapan di seluruh Jepang. Tetapi tidak semua orang percaya hal itu.

Korban tewas akibat gempa dan tsunami di Jepang telah mencapai 10.000 orang, dan lebih dari 17.440 orang hilang.

Source/ref: BBC, Inilah.com - mar 2011

Bagaimana Cara Mengukur PAPARAN RADIASI?

Bookmark and Share

Bencana gempa dan tsunami Jepang menyebabkan terjadinya ledakan dan kebocoran reaktor nuklir. Paparan radiasinya bisa sangat berbahaya. Bagaimana cara mengukurnya?

Sekitar 150 orang yang tinggal atau bekerja di sekitar fasilitas nuklir Jepang sudah dimonitor untuk mengetahui paparan radiasi potensial. Hasilnya, 23 orang diketahui sangat membutuhkan pengobatan. Bagaimana tingkat paparan ini diukur?

Menurut United States Nuclear Regulatory Commission (NRC), ‘paparan’ ini mengacu pada jumlah radiasi, seperti sinar-X, sinar gamma, neutron, alpha dan partikel beta yang muncul di udara.

Paparan, biasanya dinyatakan dalam satuan rontgen, diukur menggunakan penghitung Geiger dan perangkat terkait. Penghitung Geiger bisa menghitung seberapa banyak gas yang terkandung akan terionisasi partikel radiasi yang masuk, dan mengubah informasinya menjadi sinyal elektronik.

Meski orang tak menyerap semua radiasi yang terpapar padanya, sebagian besar radiasi akan langsung melewati tubuhnya. Sejumlah kecil energi yang dibawa radiasi akan diserap jaringan tubuh. Jumlah yang diserap itu diukur dalam satuan radiation absorbed dose (rad).

Radiasi mempengaruhi orang yang berbeda dengan cara yang berbeda. Namun, patokan yang digunakan kru keselamatan adalah, rontgen tunggal pada paparan sinar gamma atau sinar-x biasanya menghasilkan dosis serap sekitar 1 rad.

Melalui pengukuran tingkat radiasi di sekitar tubuh seseorang menggunakan penghitung Geiger, seorang petugas keamanan bisa mendekati dosis yang terserap oleh seseorang. Cara lebih canggih untuk mengukur paparan radiasi disebut dosis efektif, cara ini menghitung tingkat bahaya pada jenis khusus radiasi.

Meski dosis efektif dan serapan sama untuk radiasi beta dan gamma namun untuk radiasi alpha dan neutron (jenis yang sangat berbahaya untuk tubuh manusia) dosis efektif memiliki nilai lebih besar dari dosis serap.

Ukuran dosis efektif memberi skala konkret untuk menentukan betapa berbahayanya sebuah insiden pemaparan radiasi yang sebenarnya. Unit dosis efektif adalah rontgen equivalent man (rem) dan sievert (Sv), 1 Sv sama dengan 100 rem.

Rata-rata orang menerima dosis efektif 0,36 rem tiap tahunnya, 80% berasal dari sumber radiasi alam, seperti bahan radioaktif di kerak dan mantel bumi serta sumber-sumber yang berasal dari luar angkasa.

Sebanyak 20% sisanya berasal dari paparan sumber radiasi buatan, seperti mesin sinar-X, detektor asap industri dan dampak berkesinambungan dari tes senjata nuklir. Di Amerika Serikat (AS), batas radiasi NRC yang terpapar orang dewasa yang bekerja dengan bahan radioaktif adalah 5 rem per tahun.

Batasan itu dapat ditingkatkan hingga 25 rem ketika terjadi keadaan darurat, tingkat itu masih tak dianggap berbahaya. Tingkat radiasi di Fukushima melonjak hingga 0,8 rem per jam setelah ledakan di salah satu reaktor nuklir pada 15 Maret lalu.

Jika para pekerja darurat belum dievakuasi segera setelahnya, mereka akan mendapat dosis tahunan itu hanya dalam waktu 6 jam. Meski berpotensi berbahaya, jumlah itu masih tak akan mematikan.

“Diyakini ketika manusia terkena sekitar 500 rem radiasi sekaligus, manusia akan mati tanpa perawatan medis,” ungkap NRC. Sementara dosis tunggal 100 rem bisa menyebabkan seseorang mengalami mual atau kulit memerah (meski pemulihan masih mungkin terjadi).
Pada dosis 25 rem, hal ini bisa menyebabkan kemandulan pada pria. Namun, jika dosis ini tersebar dari waktu ke waktu, bukan sekaligus, maka efek yang terjadi cenderung tak terlalu parah.

Source/ref: Inilah.com - mar 2011

Sabtu, 26 Maret 2011

Pabrik Baterai Buang Emisi, 1 DESA KERACUNAN

Bookmark and Share

Emisi dari sebuah pabrik baterai di China Timur dilaporkan telah meracuni lebih dari 100 warga desa setempat. Kurang lebih 35 di antaranya adalah anak-anak. Demikian dilaporkan kantor berita Xinhua, Sabtu 26 Maret 2011.

Menurut laporan tersebut, kasus ini sekaligus menambah koleksi serangkaian kasus pencemaran berat akibat logam di Negeri Tirai Bamu itu.

Sebanyak 139 warga di sebuah desa dekat Taizhou di pesisir Zhejiang didiagnosis memiliki kadar timbel baterai di dalam darah mereka. Temuan tersebut diumumkan Departemen kesehatan propinsi Taizhou, kemarin.

Yang mengkhawatirkan adalah tiga orang dewasa di antaranya memiliki kadar timbel tiga kali lipat di atas batas aman, meski belum ada warga yang mengalami keracunan timbel yang parah. Menurut pihak berwajib, polusi itu berasal dari pabrik baterai yang berlokasi di dekat desa.

"Hasil pemeriksaan petugas menunjukkan bahwa kadar timbel yang dibuang pabrik baterai tersebut dalam bentuk gas dan air telah melebih batas aman. Jika dibiarkan, ini akan berdampak pada Bumi secara luas," kata Jiang Xincai, pejabat lingkungan setempat.

Sekadar diketahui, timbel atau plumbum merupakan sejenis logam lunak berwarna abu-abu, yang umumnya dipakai untuk paduan membuat huruf pada percetakan. Dalam Bahasa Melayu, ia juga dikenali sebagai timah hitam.

Timbel merupakan unsur yang mempunyai nombor atom 82, nombor atom yang paling tinggi antara kesemua unsur-unsur stabil. Mengutip keterangan di Wikipedia, ia merupakan neurotoksin yang sangat poten (berbahaya), sama seperti raksa.

Sebab itu, warga desa disarankan untuk menghindari makanan yang berasal dari tanaman-tanaman di sekitar pabrik tersebut, termasuk dari desa, karena disinyalir air tanah di sana telah terkontaminasi oleh emisi.

Pabrik baterai yang identitasnya masih disembunyikan itu berlokasi hanya beberapa meter dari desa dekat Taizhou. Pabrik tersebut telah beroperasi sejak tahun 2005.

Saat ini, produksi baterai dihentikan sementara dan tidak diijinkan beroperasi hingga masalah pencemaran lingkungan ini diputuskan di meja hijau.

Source/ref: Vivanews - mar 2011

Bandung Menyimpan POTENSI GEMPA BESAR

Bookmark and Share

Dibalik keindahan panorama Bandung, ternyata kota ini menyimpan potensi gempa bumi yang cukup besar.

Walaupun kota ini dikelilingi oleh jajaran pegunungan, mungkin selama ini banyak orang tak pernah mengira bahwa kota berjuluk Parijs van Java itu menyimpan sebuah sesar aktif sepanjang 22 kilometer, yang sewaktu-waktu mengancam sekitar 2,4 juta penduduknya.

Menurut pakar geologi dari ITB, Agus Hardoyo, sesar Lembang, yang membelah daerah Maribaya hingga Cisarua, merupakan salah satu sesar aktif di pulau Jawa yang berhubungan dengan aktivitas gunung Sunda purba.

Sesar atau juga dikenal dengan istilah ilmiah fault, merupakan retakan di kerak bumi yang mengalami pergeseran atau pergerakan. Secara umum dikenal tiga jenis sesar, yaitu sesar normal (normal fault), sesar naik (reverse fault), dan sesar geser mendatar (strike-slip fault).

Menurut Agus, dengan memperhatikan morfologi yang terbentuk, maka sesar Lembang termasuk dalam kategori sesar normal. Bagian utara sesar bergerak turun sementara bagian selatan terangkat. Akibat dari proses tektonis ini, maka terbentang suatu gawir (lereng) yang merupakan bidang gelincir sesar Lembang.

“Sesar lembang membentang sepanjang 22 kilometer dari Maribaya ke Cisarua. Di Cisarua jejak sesar tersebut menghilang sedangkan di Maribaya membelok ke selatan. Sesar

Maribaya terhubung dengan sesar Cimandiri dan sesar Baribis yang aktif,” ujar Agus, dalam Kuliah Umum Sesar Lembang dan Hubungannya Dengan Masyarakat Bandung di Institut Teknologi Bandung, Jumat 26 Maret 2011.

Sesar Cimandiri adalah sesar yang terletak di Sukabumi Selatan, membentang dari daerah Pelabuhan Ratu hingga Gandasoli. Sementara Sesar Baribis adalah sesar yang di berada di bagian utara Jawa, membentang mulai dari Purwakarta hingga ke daerah Baribis, sebelah barat Gunung Ciremai, di Kadipaten-Majalengka Jawa Barat

Pada kesempatan yang sama, peneliti Geoteknologi LIPI Eko Yulianto, membeberkan beberapa bangunan yang tepat berada di atas sesar Lembang. Bangunan-bangunan itu antara lain Observatorium Bosscha, Sesko AU, Sespim Polri, Detasemen Kavaleri TNI-AD, dan Restoran The Peak.

Lebih jauh, Agus menjelaskan, beberapa bagian sesar Lembang yang terangkat, antara lain adalah Gunung Palasari, Batunyusun, Gunung Batu & Gunung Lembang, Cihideung, The Peak, dan Jambudipa bagian barat. Wilayah-wilayah tersebut merupakan wilayah pemukiman yang padat dan dapat berpotensi membahayakan.

Jika terjadi pergerakan di patahan itu, Eko mengatakan, maka akan dapat memicu gempa bumi dan yang akan mengancam hidup banyak orang.

Source/ref: Vivanews.com - Mar 2011



Kamis, 17 Maret 2011

Yang Perlu Diketahui tentang SERANGAN RADIASI

Bookmark and Share

Serangan radiasi bisa dari mana saja, baik dari lingkungan sehari-hari maupun yang sangat serius seperti kebocoran reaktor nuklir. Ketika level radiasi di atas normal, ada hal-hal yang perlu diketahui agar tidak panik.

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang radiasi adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (17/3/2011).

1. Radiasi ada di mana saja
Radiasi ada di mana saja, secara alami banyak ditemukan di lingkungan sehari-hari. Panas, cahaya dan gelombang mikro (microwave) merupakan sumber radiasi yang tidak mungkin dihindari.

Rabu, 16 Maret 2011

Kenapa HUJAN ASAM Itu Berbahaya?

Bookmark and Share

Isu mengenai hujan asam akan yang terjadi di Indonesia pasca ledakan PLTN Fukushima di Jepang mulai banyak menyebar melalui SMS, BBM, milis dan mulai membuat resah masyarakat. Apa bahayanya hujan asam itu?

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) telah menegaskan bahwa berita adanya ancaman hujan asam di Malaysia dan Indonesia terkait ledakan PLTN Fukushima di Jepang tidak beralasan. Tapi tidak ada salahnya mengenali hujan asam dan efeknya terhadap kesehatan.

Apa itu hujan asam?

Hujan asam adalah hujan dengan pH air kurang dari 5,7. Hujan asam biasanya terjadi karena adanya peningkatan kadar asam nitrat dan sulfat dalam polusi udara. Hal ini biasanya terjadi karena peningkatan emisi sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) di atmosfer.

Polutan asam yang dapat menyebabkan hujan asam adalah polutan bahan bakar fosil (misalnya, minyak, batu bara, dll) yang ditemukan dalam kadar tinggi dari knalpot mesin pembakaran internal (misalnya knalpot mobil). Hujan asam juga dapat terjadi dalam bentuk lain seperti salju.

Hujan asam terjadi ketika gas-gas yang tercemar menjadi terjebak di dalam awan. Awan bisa melayang hingga ratusan bahkan ribuan kilometer sebelum akhirnya melepaskan hujan asam.

Apa ciri hujan asam?
Hujan asam biasanya sulit dibedakan dari hujan air biasa karena warna dan rasanya hampir sama.

Tapi kulit bisa merasakan hujan asam jika air hujan yang mengenai kulit langsung membuat gatal-gatal, memerah. Untuk orang dengan kekebalan tubuh rendah akan langsung mengalami pusing.

Apa bahayanya pada manusia?
Bahaya yang dirasakan oleh manusia juga tidak terjadi secara langsung, bahkan untuk beberapa orang yang tidak terlalu sensitif dengan perubahan pH, berenang di kolam yang sudah tercemar hujan asam tidak akan menyebabkan efek langsung, seperti dilansir epa.gov, Selasa (15/3/2011).

Tapi polusi yang menyebabkan hujan asam yaitu sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) dapat membahayakan dan merusak kesehatan manusia.

Gas-gas ini di atmosfer berinteraksi untuk membentuk sulfat halus dan partikel nitrat yang dapat dibawa hingga jarak yang jauh oleh angin dan terhirup jauh ke dalam paru-paru manusia.

Partikel halus juga bisa menembus ruangan. Banyak studi ilmiah telah mengidentifikasi hubungan antara peningkatan kadar partikel halus dan peningkatan penyakit dan kematian dini karena gangguan jantung dan paru-paru, seperti asma dan bronkitis.

Sedangkan efek ekologi hujan asam paling jelas terlihat pada pohon, danau, sungai, hutan dan hewan. Bahkan bangunan bisa mengalami efek korosif karena hujan asam, yang dapat merusak komponen pembangkit listrik, pabrik dan kendaraan bermotor.

Hujan asam dapat membunuh beberapa spesies ikan yang rentan dengan perubahan pH air dan menurunkan keragaman hayati. Selain itu, untuk pH rendah juga dapat meningkatkan level aluminium di dalam air yang dapat membuat ikan stres kronis dan keracunan.

Beberapa jenis tanaman dan hewan mungkin dapat menoleransi air yang asam. Namun bagi tanaman dan hewan yang sensitif, terutama spesies yang masih muda, hujan asam dapat membunuhnya.







Source/ref: DetikHealth - Mar 2011

Selasa, 15 Maret 2011

ASTAGA...Radiasi Fukushima Sudah Tiga Kali Lipat dari Batas Normal!!

Bookmark and Share

Asap membumbung usai ledakan di reaktor nomor 3 PLTN Fukushima
Pemerintah Jepang telah menyatakan tingkat radiasi di sekitar PLTN Fukushima I sudah memasuki tingkat berdampak bagi kesehatan manusia. Hal ini menyusul meledaknya reaktor 2 di komplek pembangkit Fukushima I, Selasa (15/3), setelah sebelumnya reaktor 1 dan 3 – dari total enam reaktor – sudah meledak pada Sabtu (12/3) dan Senin (14/3).

“Radiasi sebesar 400 milisievert per jam telah dideteksi di sekitar bangunan reaktor nomor 3 pada pukul 10.22 (waktu setempat),’’ kata Sekretaris Kabinet Jepang, Yukio Edano, sebagaimana dikutip NHK, Selasa (15/3). Angka ini, sebut dia, sudah cukup tinggi untuk mempengaruhi kesehatan manusia.

Edano juga mengatakan bahwa kemungkinan besar bejana dari reaktor 2 PLTN ini telah rusak. Tiga reaktor yang meledak, aku dia, mengeluarkan materi radioaktif yang berbahaya.
Angka 400 milisievert atau 400 ribu mikrosievert tersebut adalah tiga kali lipat dari tingkat radiasi yang dapat diterima manusia. Paparan radiasi dari level itu bisa memicu hilangnya sel-sel darah putih.

Source/ref: Republika.co.id - 15 Mar 2011

Sabtu, 18 Desember 2010

Polusi UDARA Dapat Menyebabkan Mutasi GEN

Bookmark and Share

Udara kotor yang tercemar dengan asap hitam dapat menyebabkan perubahan genetika yang dapat diturunkan kepada generasi berikutnya.Partikel-partikel dari polusi udara yang disebabkan banyak faktor, seperti asap pabrik dan kendaraan yang menggunakan mesin diesel, dapat menyebabkan kerusakan DNA, dan juga akan menimbulkan masalah kesehatan seperti asma dan penyakit jantung, bagi mereka yang sering menghirup udara kotor itu.

Jumat, 17 Desember 2010

Mengecas PONSEL Bisa Membahayakan Bumi?

Bookmark and Share

Mengisi ulang baterai (charging) ponsel terlalu lama sekilas memang tampak sepele. Namun ternyata akibatnya pada planet bumi disinyalir amat buruk. Betapa tidak? Dalam penelitian di Inggris, sekitar 85.000 ton gas beracun CO2 yang membahayakan lingkungan dihasilkan per tahunnya gara-gara banyak pemakai ponsel mengisi ulang perangkatnya terlalu lama dari yang seharusnya.

Penelitian dilakukan oleh sebuah situs perbandingan konsumen di Inggris, moneysupermarket.com. Jika dihitung, ongkos listrik dari gas CO2 yang terbuang tersebut ternyata berjumlah sangat besar, mencapai 40 juta Pondsterling per tahun. “Ponsel pada umumnya hanya membutuhkan waktu isi ulang 2 sampai 3 jam. Orang-orang harus ingat untuk melepas charger ponsel ketika sudah selesai diisi ulang. Hal ini tidak hanya bagus untuk menjaga keawetan baterai, namun juga bagus untuk kantong,” jelas James Parker dari Moneysupermarket.


Berdasarkan jenis kelamin, wanita tampaknya lebih sadar tentang bahaya isi ulang berlebihan ini. Pasalnya dalam riset ini, rata-rata wanita mengisi ulang handsetnya selama 6,8 jam. Sementara kaum pria selama 8,5 jam. Akan tetapi, kaum muda Inggris rupanya yang jadi tersangka utama. Sekitar separuh dari mereka yang berusia di bawah 20 tahun rata-rata mengisi ulang selama 7,3 jam dalam sekali pengisian.


Source/ref: Dewandarupradipta's Blog - jun 2009

Selasa, 14 Desember 2010

GANJA Mengandung Bahan Pembunuh Sel Kanker Otak

Bookmark and Share

New York, Beberapa zat yang terdapat dalam ganja diketahui bisa melawan dan membunuh sel-sel kanker otak. Zat dalam ganja bekerja sebagai penyelimut yang mengganggu pembentukan sel-sel kanker dan merusaknya.

Riset tersebut menunjukkan peluang kemungkinan penggunaan ganja untuk penyembuhan kanker otak. Namun hal itu bukan berarti pasien bisa buru-buru menggunakan ganja karena dosis yang dipakai dalam studi tersebut terlalu besar untuk dihisap layaknya mengganja.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More