Halaman

Tampilkan postingan dengan label Indo News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indo News. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2011

Awas! IKAN ASIN Berpemutih

Bookmark and Share

Tidak hanya sayur mayur yang banyak diburu konsumen. Ikan asin juga merupakan salah satu barang dagangan paling laris manis. Dari mulai ikan asin mini, seperti teri, sampai ikan asin berukuran jumbo, seperti ikan pari laris diburu pembeli.

Jika melihat ikan asin di pasar, semua pasti terlihat normal dan baik baik saja. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, baru Anda bisa melihat perbedaan antara ikan asin yang masih bagus dan tidak.

Para pengolahan ikan asin di Jakarta Utara mengaku mendapatkan ikan segar dari para nelayan yang baru saja dari laut. Mereka lalu mengolahnya dengan memanfaatkan terik sinar matahari. Cara ini menjadi media alami untuk mengeringkan ikan. Cara tradisional ini pula yang hampir selalu menjadi jurus andalan para pengasin ikan.

Sayang, ada saja pihak yang ingin mendapatkan cara instan untuk menutup atau menghilangkan noda kotoran pada ikan asin. Meski tidak lagi menggunakan formalin untuk memperindah tampilan ikan asin. Namun mereka menggunakan zat kimia berbahaya berupa pemutih atau hidrogen peroksida. Padahal bahan kimia berbahaya ini biasanya hanya digunakan untuk memutihkan kayu, pakaian, dan bahan biang pembersih lantai.

Kenyataan ini memang cukup mengerikan. Apalagi ikan yang sudah diberi pemutih itu juga dikonsumsi masyarakat luas. Penggunaan zat pemutih pada ikan jelas tak jauh beda bahayanya bagi kesehatan dibanding penggunaan formalin.

Penggunaan zat kimia berbahaya hidrogen peroksida atau yang populer dengan sebutan cairan pemutih terhadap ikan asin teryata sudah berlangsung cukup lama. Pemasarannya pun tidak hanya di wilayah Jakarta. Para pelaku biasanya juga memasarkannya ke wilayah Bogor, Cianjur, dan Bandung, Jawa Barat.

Ironisnya, penjualan zat pemutih berbahaya dapat dengan mudah diperoleh di sejumlah toko kimia. Ini membuat para pedagang mudah memperolehnya. Untuk mengelabui masyarakat, pedagang biasanya menyelipkan ikan asin berformalin dengan ikan yang tak mengandung zat kimia. Kebanyakan pembeli tak mengetahui jika ikan asin yang mereka beli mengandung pemutih.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengingatkan masyarakat untuk tidak terkecoh dengan membeli penganan berbahaya yang mengandung zat kimia berbahaya. Peredaran zat kimia yang dapat membahayakan seharusnya diatur pihak yang berwenang. Tindakan hukum juga diperlukan untuk menjamin para konsumen.

Source/ref: Liputan6.com - apr 2011

Selasa, 19 April 2011

Pedagang MALAYSIA Jual Baju TANAH ABANG

Bookmark and Share

Pedagang pakaian Malaysia menyerbu pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, membeli barang dan menjual lagi di negaranya dengan harga berlipat. Produk yang paling banyak diburu adalah baju muslim, tekstil, pakaian wanita, pakaian anak-anak, dan pakaian laki-laki.

Para pengusaha asal Negeri Jiran yang tergabung dalam Delegasi Dewan Perniagaan Melayu Malaysia Negeri Selangor (DPMMS) mengunjungi Pasar Tanah Abang dalam rangka melakukan misi dagang ke Jakarta, Selasa 19 April 2011.

Rombongan DPMMS, ini dipimpin Dato Mohammad Said Mat Saman. Saat kunjungan itu, Mat Saman mengatakan alasan mengapa banyak pedagang Malaysia yang berbelanja di Pasar Tanah Abang. Menurut dia, ini tidak lain karena produsi pakaian Indonesia lebih bagus dan lebih murah.

"Kunjungan ini menjadi peluang pengusaha Selangor untuk memasarkan kembali barang-barang di Kuala Lumpur dan Selangor," kata Mat Saman.

Menurut dia, saat ini para pengusaha ritel Malaysia banyak membuka pasar malam di pusat kota maupun di pinggiran kota. Mereka banyak menjual baju-baju dari Tanah Abang.

CEO Priamanaya Group, pemilik Blok A dan B Pasar Tanah Abang, Pria Djan, mengungkapkan kerja sama ini diharapakan meningkatkan frekuensi perdagangan Indonesia-Malaysia, khususnya Jakarta dan Selangor.

Pria mengungkapkan, saat ini sekitar 1.000-1.500 pengusaha Malaysia berbelanja di Tanah Abang, dengan rata-rata transaksi Rp20 - 100 juta per orang sekali belanja. "Kami berharap dapat meningkatkan pengunjung Malaysia hingga 100 persen," katanya.

Source/ref: Vivanews - apr 2011

Senin, 11 April 2011

Briptu Norman Rekaman Lima Lagu Farhat Abbas

Bookmark and Share

Semenjak aksinya melakukan lipsync lagu “Chaiya Chaiya” di situs YouTube ditonton puluhan ribu orang, nama Brigadir Polisi Satu Norman Kamaru (25) melambung tajam. Seantero Indonesia — bahkan beberapa negara Asia Tenggara — mengenalnya.

Tak kurang, Markas Besar Kepolisian RI sampai memanggil personel Brigade Mobil di Gorontalo ini ke Jakarta, Jumat (8/4) lalu. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Anton Bahrul Alam mengatakan, Norman dipanggil untuk diberi apresiasi atas penampilannya di YouTube itu.

Sehari sebelumnya, pemuda pemalu itu mampir syuting dalam acara “Bukan Empat Mata” di Trans 7 dan sebuah acara dangdut di MNC TV.

Yang menarik, Briptu Norman rupanya juga sempat masuk dapur rekaman selama di Jakarta. Ia digandeng sebuah perusahaan rekaman milik Farhat Abbas — yang lebih dikenal sebagai pengacara.

Ketika dihubungi Yahoo! Indonesia, Senin (11/4), Farhat Abbas mengatakan, rekaman perdana itu dilakukan pekan lalu. “Pas yang bersangkutan di Jakarta.”

Tak tanggung-tanggung, Briptu Norman menyanyikan lima lagu karangan Farhat. “Salah satunya berjudul ‘Cinta Farhat’. Video klipnya juga sudah dibuat, cek saja di YouTube,” kata suami penyanyi Nia Daniati itu percaya diri.

Farhat tak membantah alasannya menggaet Briptu Norman adalah karena popularitas Norman yang meroket berkat penampilan lipsync “Chaiya Chaiya” di YouTube. Namun, di samping itu, faktor suara juga menentukan. “Suaranya memang bagus, dia juga bisa menari.”

Pengacara yang bersuara lantang soal kasus video porno yang melibatkan Luna Maya dan Ariel Peterpan ini menambahkan, ia berencana menjadikan Briptu Norman Kamaro sebagai duta seni dari Korps Brimob. “Kebetulan pas momennya,” kata Farhat menutup pembicaraan.


Source: YahooNews - 11 apr 2011

Jumat, 08 April 2011

EMAS Tak Selalu Pengaruhi INFLASI

Bookmark and Share

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menjelaskan kenaikan harga emas dalam beberapa pekan terakhir ini tidak akan memberikan tekanan berarti pada angka inflasi.

"Harga emas yang mengalami peningkatan tidak selalu mempengaruhi (inflasi)," ujar Rusman kala ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (7/4/2011).

Rusman menjelaskan jika yang dibeli bukan emas batangan atau emas simpanan akan tetapi lebih kepada emas perhiasan. "Tapi perkara dia beli emas perhiasan untuk disimpan itu lain ceritanya," tambahnya.


Menurutnya, dengan disimpannya emas tersebut untuk kemudian digunakan pada keluarga, baru akan memberikan dampak pada infalsi. "Tujuan membeli untuk dipakai keluarga itu yang masuk perhitungan kita bukan emas batangannya, perhisannya pengaruh emas perhiasan terhadap inflasi," tambahnya.


Sementara lebih mudahnya, dia mengkategorikannya dalam dua hal yaitu perkembangan harga mas itu sendiri atau jasa pembuatan.


"Tapi yang pasti harga emas jadi naik, kayaknya kalau enggak luar biasa, tidak terlalu besar, tidak selalu nomor satu, tapi kalau dominan kalau sumbangannya terhadap inflasi pasti menjadi dominan," ungkap Rusman.


Dengan demikian, lanjut dia, maka dengan melonjaknya harga emas tidak akan terlalu berpengaruh pada tekanan inflasi.


"Saya tidak yakin ada sumbangannya karena harga internasional dan harga jasa karena keuntungan karena mereka ambil margin dari jasa. Paling menyumbang satu atau dua persen terhadap total inflasi," jelasnya.


Source/ref: Okezone - apr 2011

Rabu, 06 April 2011

Lagi Video YouTube yang Menghebohkan, Goyang INDIA POLISI MUDA

Bookmark and Share

Tugas sebagai polisi, apalagi di korps paramiliter Brigade Mobile, memang penuh tekanan. Berbeda dengan polisi lainnya, Korps Brimob dibebani fungsi untuk mampu menangani situasi darurat. Misalnya menangani kejahatan yang melibatkan senjata api, atau yang dalam menghadapinya dibutuhkan gerak cepat.

Polisi juga manusia, tentu butuh penyaluran akan hasrat seni--yang jelas dimiliki semua manusia. Ingat, seni adalah yang membuat manusia tetap menjadi manusia.

Maka, kita tak perlu bereaksi negatif melihat video yang sedang marak di jejaring sosial kita ini, video yang berisi aksi seorang anggota Korps Brimob (terlihat dari logo di bahu kanan sang petugas) yang menari sambil menirukan sebuah lagu India. Gayanya kocak dan segar. Simak videonya.


Si polisi diketahui bernama Norman Kamaru, berpangkat Brigadir Satu. Juru bicara Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar Wilson Damanik, Senin (4/4), mengatakan tindakan Norman ternilai tak etis karena dua hal: Norman tengah menggunakan seragam, dan aksinya dilakukan saat tugas. Polisi, kata Wilson, juga akan mengusut bagaimana video itu bisa menyebar di YouTube.

Lagu India yang dinyanyikan Norman itu adalah "Chaiyya Chaiyya", dinyanyikan oleh Sukhwinder Singh dan Sapna Awasthi. Lagu ini muncul di film Dil Se (1998) yang dibintangi Shahrukh Khan dan Malaika Arora. Pengarah musiknya adalah AR Rahman, yang lalu memenangi Oscar pada 2009 lewat aransemen musik dan lagu-lagu di Slumdog Millionaire (2008).

Menurut Koran Tempo Rabu (6/4), Norman, 26 tahun, baru setahun lima bulan menjadi polisi. Pria kelahiran Gorontalo itu menyanyikan Chaiyya Chaiyya sambil duduk dan berjoget di pos rumah dinas milik Brimob di Kelurahan Pohe, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Kata AKBP Wilson Damanik, Norman memang dikenal suka menyanyi lagu India. "Kalau ada acara di Polda, ia selalu menyumbangkan lagu," ujarnya. Norman, kata dia, tengah menghibur temannya untuk mengusir kejenuhan saat piket.

Norman mendapat banyak pembelaan. Anggota Komisi Kepolisian Nasional, Novel Ali, mengatakan sanksi apa pun untuk Norman tidaklah tepat. Memang, kata dia, selama berseragam polisi dilarang cengengesan atau bernyanyi. Tapi Norman tak melakukan pelanggaran signifikan. "Polisi itu juga tak sedang mabuk atau menggunakan narkoba," kata dia.

Di ranah maya, dukungan untuk Norman mengalir. Selain di Facebook dan Twitter, di artikel ini sendiri, dari 10 ribuan komentar pada Rabu pagi, sebagian besar memberi apresiasi terhadap aksi Norman.

Komentar seorang pengguna Yahoo! bernama Novan S, video Norman justru memberi kesan bersahabat terhadap sosok polisi atau Brimob. Sehingga, kata Novan, ketika melihat polisi orang tak hanya mengingat "ditilang", "galak", atau justru mengingatkan diri agar jangan melihat polisi karena "bahaya".

Source/ref: YahooNews - apr 2011

Inilah ARTIKEL yang Menyebut BALI Sebagai 'PULAU NERAKA'

Bookmark and Share

#Kondisi Pantai Kuta yang Penuh Sampah#
DENPASAR-- Pemerintah Provinsi Bali menyesalkan pemberitaan Majalah Times edisi 1 April 2011 yang menulis bahwa "liburan di Bali ibarat berlibur di neraka (holidays in hell)", kata Kepala Biro Humas dan Protokol Bali Putu Suardhika.

"Pemberitaan tersebut melecehkan Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Bali tetap pulau surga yang aman untuk dikunjungi. Tidak benar berlibur di Bali seperti di neraka," katanya di Denpasar, Selasa.

Suardhika mengakui jika persoalan sampah sebagaimana ditulis majalah bulanan tersebut memang menyisakan persoalan bagi pariwisata Bali. Hanya saja, ia menyesalkan pemberitaan tersebut hanya menohok pada wilayah Bali bagian selatan, khususnya Kuta.

"Bali ini bukan hanya Kuta dan Nusa Dua. Bali ini luas, meski wisatawan mancanegara lebih mengenal kedua wilayah tersebut. Tetapi, persoalan sampah sebagaimana disebutkan itu, sedang dalam tahap penanganan serius Pemprov Bali," kata Suardhika, yang mengaku apa yang dikatakannya merupakan statemen Gubernur Bali Mangku Pastika.

Dalam kerangka itu, kata Suardhika, Pemprov Bali sudah mendeklarasikan "Bali Clean and Green" untuk menuju "Bali Green Province". Ia mengatakan, ada tiga hal pokok dalam program itu yaitu, "green cultural, green economic serta clean and green.

Berkaitan dengan pemberitaan oleh majalah terbitan Amerika tersebut, Suardhika juga menampik persoalan kemacetan yang terjadi di Kuta disamakan dengan Jakarta. Pemprov Bali, kata dia, selama ini tidak pernah tinggal diam dan terus mencarikan solusi atas hal itu.

"Contohnya seperti pembangunan jalan 'underpass' (bawah tanah) di simpang Dewa Ruci, dan jalan di atas perairan (JDP) yang menghubungkan Suwung (Denpasar) menuju Nusa Dua (Badung)," katanya.
Selain itu, Pemprov Bali juga merencanakan pembangunan kereta lambat (trem) yang akan menghubungkan seluruh Bali.

Inilah Artikel yang Menyebut Bali Sebagai 'Pulau Neraka'

Inilah artikel di majalah Time yang membuat Pemprov Bali meradang. Judul artikel itu, 'Holidays in Hell: Bali Ongoing Woes'. Artikel ditulis oleh Andrew Marshall.

Dalam tulisannya, Andrew membahas sejumlah masalah yang melilit Pulau Bali. Pulau yang menurut dia masih menjadi tujuan wisata internasional, bahkan dianggap negara lain di Indonesia.

Namun, Andrew menilai, infrastruktur pulau kurang cepat mengantisipasi perubahan pariwisata Bali. Andrew membuka tulisannya dengan kotornya pantai Kuta, salah satu lokasi wisata paling ramai di Bali.

Musim hujan yang cukup deras di Bali membuat sungai meluap. Alhasil sampah-sampah yang ada di sungai terbawa ke laut. Termasuk kotoran manusia. Sampah-sampah itu lantas berakhir di Pantai Kuta.

Ini membuat awal Maret lalu otoritas Pantai Kuta melarang turis berenang di pantai tersebut lebih dari 30 menit. Khawatir terkena infeksi kulit. Selain masalah polusi di pantai, lanjut Marshall, Bali juga mengalami problem kekurangan air, listrik mati hidup, sampah yang berserakan, drainase, hingga kemacetan serta kriminalitas.

Marshall menyandingkan kemacetan di Bali menyerupai di Jakarta. Sementara soal kriminalitas yang menyasar ke turis asing, sejak Januari lalu Polda Bali, menurut Marshall, menerapkan tembak ditempat bagi kriminal.

Menurut Marshall, salah satu masalah utama Bali adalah kebanyakan turis. Pada 2001, Bali didatangi 1,3 juta turis asing. Sepuluh tahun kemudian, meski sudah ada Bom Bali I dan II, turis yang datang ke Bali melesat mencapai dua juta orang per tahun. Ini belum terhitung jutaan turis lokal.

Dampak dari turis ini adalah pembangunan infrastruktur yang marak. Hotel dan pusat belanja tiba-tiba muncul di mana-mana. Sebaliknya, pembangunan ini kurang memperhitungkan infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik, selokan, parkir.

"Infrastruktur Bali tidak bisa menyamai laju pembangunannya," kata Ron Nomura, direktur Marketing Asosiasi Hotel Bali.

Disebut 'Pulau Neraka', Bali Seperti Pulau yang Bunuh Diri Pelan-pelan

Artikel soal Bali di majalah bergengsi Amerika Serikat, Time, membuat Pemprov Bali meradang. Artikel berjudul 'Holidays in Hell: Bali Ongoing Woes' itu membahas sejumlah masalah pembangunan yang melilit Pulau Bali.

Penulis artikel, Andrew Marshall, sempat bertanya pada wartawan lokal, Wayan Juniarta, terkait keadaan di Bali. Bali, seakan sudah berpuas diri dengan situasi saat ini. Bahwa mereka masih jadi tujuan wisata dunia dan pembangunannya pesat. "Bali seperti sedang perlahan-lahan membunuh dirinya sendiri," kata Juniarta.

Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, bukannya tidak bertindak terhadap situasi di Bali. Pastika bahkan mengeluarkan moratorium konstruksi di sejumlah daerah di Bali. Ia khawatir Bali akan menjadi tanah beton dan bangunan ketimbang pulau dewata.

"Tapi beberapa pihak di Bali menganggap Pastika ingin memperlamban pertumbuhan ekonomi Bali. Ini tidak benar. Apa yang Pastika lakukan adalah menyadarkan orang Bali mereka harus membangun dengan bertanggungjawab," kata Ron Namura, direktur Marketing Asosiasi Hotel Bali.

Setelah masalah padatnya bangunan di Bali, muncul pula masalah kemacetan. Marshall menyoroti jalan-jalan di Denpasar yang kini penuh sesak kendaraan. Bahkan di Ubud sekalipun. Ubud yang tadinya sepi sekarang penuh oleh bus yang membawa turis-turis asing.

Pertumbuhan kendaraan di Bali memang menakjubkan. Rata-rata per tahun bertambah 12,42 persen. Sementara panjang jalan hanya bertambah 2,28 persen. Sangat tidak sebanding. "Kemacetan di Bali akan bertambah parah dan parah," kata I Made Santha, pejabat lalu lintas Bali.

Masalah keamanan juga menurut Marshall sangat disoroti oleh turis asing. Awal tahun ini, Lusiana Burgess (46 tahun) dibunuh di rumahnya di Kuta utara. Hingga kini pembunuh Burgess belum tertangkap.

Turis perempuan asal Australia juga dirampok di vila yang ia sewa oleh empat orang. Lainnya, warga AS ditusuk di Kuta saat dirampok. Sepekan setelah penusukan ini, polisi menembak mati M Syahri asal Lombok, yang diduga merampok sejumlah turis asing.

Australia, selaku negara pengekspor turis terbanyak ke Bali, pun tidak bisa berbuat banyak. Padahal Australia kerap memperingatkan warganya untuk berhati-hati ke Bali atau waspada bila sudah di Bali terkait serangan teroris. Namun tiap pekan ada lebih dari seratus pesawat mendarat di Bandara Ngurah Rai.

"Terminal baru di Bandara Bali akan selesai pada 2013. Tapi bila tidak ada perbaikan infrastruktur lainnya, ini hanya akan menambah kritis kondisi Bali," kata Marshall.

Source/ref: Republika.co.id - apr 2011

Jumat, 01 April 2011

Lagi CITIBANK, Polisi BEBER Kasus KEMATIAN Nasabah CITIBANK

Bookmark and Share

Polres Jakarta Selatan akan mengungkap hasil pengembangan dan kronologis kasus dugaan penganiayaan penagih (debt collector) kartu kredit Citibank yang berujung tewasnya nasabah Irzen Octa, 50 tahun, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Pemersatu Bangsa (PPB), hari ini.

"Kami akan dijelaskan soal kasus ini," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi, Budi Irawan, di Jakarta.
Saat ini berkas-berkas kasus yang terjadi di halaman Menara Jamsostek, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada Selasa 29 Maret 2011 itu, sudah disiapkan.

Irzen meninggal setelah menanyakan jumlah tagihan kartu kredit yang membengkak hingga Rp100 juta. Padahal, tagihan kartu kreditnya semula hanya Rp48 juta.

Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah H dan D, petugas bagian penagihan, dan B karyawan bagian penagihan.

Pihak manajemen Citibank telah menyerahkan penanganan kasus ini kepada kepolisian. "Polisi sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan akan tidak pantas bagi kami untuk memberikan komentar lebih lanjut atas kasus ini," kata Country Corporate Affairs Head Citi Indonesia, Ditta Amahorseya, saat dikonfirmasi.

Dijelaskan, Citibank merupakan perusahaan yang memiliki dan mematuhi kode etik yang ketat sehubungan dengan proses penagihan utang. Menurut Ditta, seluruh karyawan agency yang mewakili Citibank dituntut untuk mematuhinya di setiap interaksi dengan nasabah.

"Termasuk tidak menggunakan segala bentuk ancaman," kata dia.

Source/ref: Vivanews.com - apr 2011

Rabu, 30 Maret 2011

LAGI, Malinda Dee, Si Penipu Cantik Setelah SELLY...

Bookmark and Share

Mabes Polri telah menangkap dan menahan seorang manajer Citibank berinisial MD dalam kasus pembobolan dana nasabah Rp17 miliar. Inisial MD yang beredar di sejumlah situs forum disebutkan berasal dari nama Malinda Dee.

"Iya itu (fotonya)," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Anton Bahrul Alam di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 29 Maret 2011. Ketika itu sejumlah wartawan menunjukkan foto yang beredar di internet yang diduga MD.

Kepolisian juga sudah menetapkan tersangka lain dalam kasus ini, yakni D. Selain itu juga masih ada tersangka lainnya. "Masih ada yang dikejar," kata Anton.

Kata Anton, MD berposisi sebagai seorang manajer di Citibank, sementara itu D berposisi sebagai teller yang membantu MD menggelapkan dana nasabah Citibank.

MD yang berusia 47 tahun itu dijerat dengan Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang. MD diduga sengaja melakukan kejahatannya dengan mengaburkan transaksi dan pencatatan tidak benar terhadap beberapa slip transfer penarikan dana pada rekening nasabahnya dengan dibantu tersangka D.

Sementara ini lebih dari Rp17 miliar dana nasabah Citibank telah digelapkan MD. Sejauh ini, penyidik Polri telah memeriksa saksi sebanyak 13 orang terdiri dari karyawan bank dan tiga korban selaku pelapor.

Selasa, 29 Maret 2011

Selly, si PENIPU Cantik dan Sepak Terjangnya

Bookmark and Share

Nama Rasellya Rahman Taher alias Selly Yustiawati kembali tenar. Gadis yang dulu populer di internet karena dituduh sebagian orang sebagai penipu ulung kembali ramai diperbincangkan setelah ditangkap di Bali.

Dia dicokok polisi bersama menginap di sebuah hotel bersama pacarnya, di kawasan Seminyak Kuta. Selama ini, Selly menjadi buronan Polda Metro Jaya dan Polresta Bogor dalam kasus penipuan dengan berbagai modus. Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor sebelumnya telah resmi menetapkan Selly dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada 4 Maret 2010.

Lalu siapakah Selly Yustiawati sebenarnya? Banyak versi tentang jati diri Selly. Ada yang menyatakan dia berasal dari Lampung namun lainnya lagi menyebutnya dari Bogor.

Namun hasil penelusuran VIVAnews.com, menyebutkan Selly adalah anak pertama dari dua bersaudara. Hubungan Selly dengan keluarganya tidak begitu akrab. Dia sudah tidak tinggal bersama keluarga.

Selly sudah pernah berkeluarga, dan memiliki anak berumur empat tahun. Anak itu hasil pernikahannya yang gagal dengan mantan suaminya. "Saya jadi seperti ini sejak saya cerai dengan suami. Pekerjaaan saya tidak ada yang benar. Saya nikah tahun 2004 sampai 2006, dan 2007 resmi bercerai, karena kasus kekerasan dalam rumah tangga," kata Selly.

Dia terpaksa cerai karena tidak tahan dengan sikap suaminya. "Saya sering dipukuli suami. Saat itu suami saya masih kuliah, sementara saya yang bekerja," kata dia. Selly yang lulusan S1 Komunikasi angkatan tahun 2000 itu mengaku rindu dengan anak perempuannya.

Keluarga mengakui Selly merupakan anak nakal. Mereka juga mengetahui perilaku Selly yang suka menipu sudah sejak lama. Bahkan Yusral, ayah Selly mengaku, keluarga sudah pasrah dengan perilakunya yang merugikan banyak orang. Sejak kecil Selly dikenal anak yang tenang dan santai. Tidak terlihat tanda-tanda jika Selly pandai menipu.

Aksi penipuan Selly dimulai pada tahun 2006. Ketika itu pada Kamis 3 Agustus 2006, sejumlah mahasiswi Universitas Moestopo melaporkan Selly karena penipuan ke Polda Metro Jaya.

Selly menjanjikan para mahasiswi itu menjadi Sales Promotion Girl (SPG), asalkan mereka menyetor Rp 200 ribu per orang. Sebanyak 30 mahasiswi terbujuk, Selly pun melarikan Rp 6 juta.

Penipuan berlanjut pada tahun 2008. Ketika itu, dia menjadi staf HRD Hotel Gran Mahakam. Modusnya kali ini adalah menawarkan pulsa murah, selain juga mengaku sakit dan butuh uang. Korban pun berjatuhan dari karyawan Gran Mahakam. Setelah bekerja sekitar dua bulan, Selly menghilang pada awal 2009.

Aksi Selly kembali dilakukan di Kompas Gramedia tahun 2009. Ketika itu dia menjadi operator telepon redaksi Kompas. Dalam aksinya Selly mengaku sebagai wartawan Kompas. Modus penipuannya tak berubah. Menawarkan pulsa murah dan meminjam uang untuk kebutuhannya.

Atas tuduhan ini Selly mengatakan "Pada 2009 saya memang bekerja di sana (Kompas) di bagian penerimaan surat-surat. Teman-teman di Kompas ada enam orang yang saya pinjam uangnya, itu pun sudah diselesaikan."

"Kalau saya pinjam uang teman, itu pun uangnya tidak saya pakai sendiri. Itu buat bersenang-senang dengan teman yang meminjamkan uangnya ke saya," lanjut Selly.

Namun tak sedikit uang yang dikeruk Selly. Sekitar Rp30 juta uang karyawan dan wartawan Kompas diraup sebelum kembali menghilang. Setelah 6 bulan dicari, karyawan Kompas berhasil menjebak Selly dan membawanya ke Polsek Tanah Abang pada awal Januari 2010. Namun Selly hanya diminta membuat surat perjanjian untuk mengembalikan uang dan tidak mengulangi perbuatannya.

Aksi Selly pun terus berlanjut hingga berhasil memperdayai ratusan korban. Tapi perjalanan wanita penipu berparas cantik itu berakhir di Bali setelah ia dicokok Kepolisian Sektor Denpasar. Selly dibekuk ketika ia menginap di sebuah hotel bersama pacarnya, di kawasan Seminyak Kuta, Sabtu 26 Maret 2011. Dia ditangkap karena telah menjadi buronan Polda Metro Jaya dan Polresta Bogor sejak 4 Maret 2010.

Source/ref: Vivanews.com - mar 2011

Sabtu, 26 Maret 2011

Gempa Bandung Bisa 'Seganas' Gempa Yogyakarta

Bookmark and Share

Bosscha Observatory, Lembang, Bandung, Indonesia.
Kota Bandung yang selama ini menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun internasional, ternyata menyimpan 'bom waktu' gempa yang cukup besar. Potensi bencana itu tak lepas dari keberadaan Sesar Lembang yang membujur sepanjang 22 km.

Peneliti senior Geoteknologi LIPI Danny Hilman mengatakan, selama ini banyak yang mengira bahwa Sesar Lembang tidak aktif. Padahal sebaliknya, sesar ini adalah salah satu sesar teraktif di Pulau Jawa, yang berhubungan dengan aktivitas gunung Sunda purba

Danny menjelaskan, penelitian LIPI menemukan endapan yang diperkirakan terbentuk akibat aktivitas sesar Lembang, yang diperkirakan berumur ribuan tahun. Data ini menunjukkan bahwa sesar Lembang tergolong sesar aktif, sekalipun belum ada gempa besar selama sejarah manusia modern.

Namun, menurut pakar geologi ITB Budi Brahmantyo, pada 1910 pernah terjadi gempa bumi besar di daerah Padalarang. Gempa tersebut termasuk dalam pergerakan patahan Cimandiri yang memang aktif. Dan seperti dikatakan oleh pakar geologi Agus Hardoyo, Sesar Lembang memang juga terhubung dengan Sesar Cimandiri.

Selanjutnya, Danny mengingatkan agar Indonesia menarik pelajaran berharga dari Gempa Kobe pada 1995 dan Gempa Yogyakarta pada 2006 lalu. Di Kobe, Jepang, yang sebelumnya tak pernah mengalami gempa selama 2000 tahun, ternyata dilanda gempa bumi dahsyat yang menghancurkan.

Hal serupa juga terjadi saat Gempa Yogyakarta pada 2006, yang diakibatkan oleh pergerakan Sesar Opak di Yogyakarta. “Ancaman gempa di Bandung bisa seperti yang terjadi di Yogyakarta," kata Danny, pada Kuliah Umum Sesar Lembang dan Hubungannya Dengan Masyarakat Bandung di Institut Teknologi Bandung, Jumat, kemarin.

Padahal, sebelumnya Yogya juga pernah mengalami gempa pada 1957. Sementara, selama ini tidak pernah ada catatan bahwa Sesar Lembang pernah mengalami gempa. "Tapi, faktanya pernah terjadi gempa di Padalarang pada 1910, yang terjadi di patahan Cimandiri. Hal ini harus diteliti lebih lanjut menggunakan data yang benar,” ujar Danny.

Untuk membuktikan keaktifan sesar Lembang, teman sejawat Danny, peneliti Geoteknologi LIPI Eko Yulianto, mengatakan bahwa mereka telah melakukan penggalian di empat titik di atas sesar Lembang.

Tiga titik digali di daerah Cihideung, dan satu titik di Sukamulya. Pada penggalian tersebut, Eko menemukan berbagai macam pepohonan dan biji-bijian di kedalaman 1,5 meter. Selain itu, ditemukan pula tengkorak monyet. Ini mengindikasikan bahwa terdapat hutan yang lebat di sesar Lembang.

Penggalian di Cihideung juga menunjukkan, bahwa setidaknya telah terjadi dua kali gempa bumi besar terjadi di Bandung. Pasalnya, pada lapisan tanah tersebut, ditemukan kontur tanah - atau dalam istilah geologi struktur beban - yang berkelok-kelok.

Bentuk berkelok-kelok memanjang itu menandakan bahwa gempa bumi besar pernah terjadi. Struktur beban terbentuk akibat guncangan atau getaran tanah menekan lapisan tanah dibawahnya sehingga membentuk batas-batas yang berkelok-kelok.

Eko mengaku belum bisa memastikan kapan struktur beban tersebut terjadi. Namun Eko memperkirakan, struktur beban terjadi antara 400-600 tahun yang lalu, di mana diperkirakan terjadi bersamaan dengan gempa bumi besar terakhir di daerah itu.

Ia juga belum bisa memastikan berapa kekuatan gempa saat itu. "Namun jika diukur dari slipnya sebesar 2 meter vertikal, maka diperkirakan gempanya berkekuatan antara 6,5 -7,0 Skala Richter,” Eko menjelaskan.

Sementara itu pakar Geodesi ITB, Irwan Meilano mengatakan, walau gempa di Pulau Jawa tidak separah dibandingkan di Sumatera, namun tetap membahayakan. Menurut Irwan, sejak 2006 lalu, ITB telah melakukan pengamatan Global Positioning System (GPS) di sekitar sesar Lembang.

Dari pengamatan itu, kecepatan laju geser dari Sesar Lembang diketahui sekitar 2 milimeter per tahun. Ini memang lebih lambat dibandingkan pergerakan sesar di Sumatera yang berkisar antara 100-130 milimeter per tahun, namun tetap Sesar Lembang patut diwaspadai.

Pasalnya, dengan menggunakan data empiris, kata Irwan, suatu patahan yang telah terbentuk sepanjang lebih dari 20 kilometer, bisa memicu gempa sebesar 6,5-7,0 SR, yang merusak.

Source/ref: Vivanews.com - Mar 2011

Bandung Menyimpan POTENSI GEMPA BESAR

Bookmark and Share

Dibalik keindahan panorama Bandung, ternyata kota ini menyimpan potensi gempa bumi yang cukup besar.

Walaupun kota ini dikelilingi oleh jajaran pegunungan, mungkin selama ini banyak orang tak pernah mengira bahwa kota berjuluk Parijs van Java itu menyimpan sebuah sesar aktif sepanjang 22 kilometer, yang sewaktu-waktu mengancam sekitar 2,4 juta penduduknya.

Menurut pakar geologi dari ITB, Agus Hardoyo, sesar Lembang, yang membelah daerah Maribaya hingga Cisarua, merupakan salah satu sesar aktif di pulau Jawa yang berhubungan dengan aktivitas gunung Sunda purba.

Sesar atau juga dikenal dengan istilah ilmiah fault, merupakan retakan di kerak bumi yang mengalami pergeseran atau pergerakan. Secara umum dikenal tiga jenis sesar, yaitu sesar normal (normal fault), sesar naik (reverse fault), dan sesar geser mendatar (strike-slip fault).

Menurut Agus, dengan memperhatikan morfologi yang terbentuk, maka sesar Lembang termasuk dalam kategori sesar normal. Bagian utara sesar bergerak turun sementara bagian selatan terangkat. Akibat dari proses tektonis ini, maka terbentang suatu gawir (lereng) yang merupakan bidang gelincir sesar Lembang.

“Sesar lembang membentang sepanjang 22 kilometer dari Maribaya ke Cisarua. Di Cisarua jejak sesar tersebut menghilang sedangkan di Maribaya membelok ke selatan. Sesar

Maribaya terhubung dengan sesar Cimandiri dan sesar Baribis yang aktif,” ujar Agus, dalam Kuliah Umum Sesar Lembang dan Hubungannya Dengan Masyarakat Bandung di Institut Teknologi Bandung, Jumat 26 Maret 2011.

Sesar Cimandiri adalah sesar yang terletak di Sukabumi Selatan, membentang dari daerah Pelabuhan Ratu hingga Gandasoli. Sementara Sesar Baribis adalah sesar yang di berada di bagian utara Jawa, membentang mulai dari Purwakarta hingga ke daerah Baribis, sebelah barat Gunung Ciremai, di Kadipaten-Majalengka Jawa Barat

Pada kesempatan yang sama, peneliti Geoteknologi LIPI Eko Yulianto, membeberkan beberapa bangunan yang tepat berada di atas sesar Lembang. Bangunan-bangunan itu antara lain Observatorium Bosscha, Sesko AU, Sespim Polri, Detasemen Kavaleri TNI-AD, dan Restoran The Peak.

Lebih jauh, Agus menjelaskan, beberapa bagian sesar Lembang yang terangkat, antara lain adalah Gunung Palasari, Batunyusun, Gunung Batu & Gunung Lembang, Cihideung, The Peak, dan Jambudipa bagian barat. Wilayah-wilayah tersebut merupakan wilayah pemukiman yang padat dan dapat berpotensi membahayakan.

Jika terjadi pergerakan di patahan itu, Eko mengatakan, maka akan dapat memicu gempa bumi dan yang akan mengancam hidup banyak orang.

Source/ref: Vivanews.com - Mar 2011



ROY SURYO Bikin HEBOH, REBUTAN KURSI PESAWAT Dengan Penumpang

Bookmark and Share

Insiden rebutan kursi yang melibatkan anggota DPR, Roy Suryo dengan seorang penumpang pemilik akun @ernestprakasa tak hanya membuat kehebohan. Tapi, jadwal penerbangan ke Yogyakarta sempat terganggu pagi tadi.

Pesawat Lion Air yang seharusnya berangkat pukul 06.15 WIB dari bandara Soekarno Hatta menuju Yogyakarta sempat tertunda selama sekitar 15 menit.

"Akhrnya #CaptVino kluar dr cockpit,dan teriak ke pramugari: JAM BERAPA INI!?!?! KITA UDAH TERLAMBAT! Saat itu udah jam 6.30,flightnya jam 6.15," tulis @ernestPrakasa dalam akun Twitternya, Sabtu (26/3/2011).

Tak hanya membuat jadwal penerbangan tertunda, hebatnya lagi Roy juga membuat jadwal penerbangan ke Yogyakarta berikutnya dipercepat. Roy yang seharusnya naik pesawat pukul 07.45 WIB. akhirnya dipercepat menjadi 07.30 WIB.

Roy Suryo mengatakan, seharusnya pesawat yang digunakannya usai Insiden, menunggu pesawat yang tiba dari Palembang. Tapi akhirnya Lion Air menggunakan pesawat yang tiba terlebih dahulu dari Mataram yang telah tiba di Cengkareng.

"Penumpang flight berikutnya yang seharusnya senang, karena dipercepat, biasanyakan Lion Air Delay," kata Roy Suryo saat dihubungi okezone.

Seperti diketahui, Roy Suryo kembali membuat heboh. Kali ini, dia harus berebut kursi dengan seorang penumpang di pesawat Lion Air tujuan Yogyakarta pukul 06.15 WIB. Roy yang seharusnya berangkat pukul 07.45, naik pesawat 06.15 WIB. Akibatnya, dia turun dari pesawat tersebut dan naik pesawat berikutnya yang seharusnya 07.45 WIB dan diberangkatkan pukul 07.30 WIB.

Source/ref: Okezone - Mar 2011


Sabtu, 15 Januari 2011

RAKYAT INDONESIA Bertambah Miskin 13-16%??

Bookmark and Share

Meski menurut Menko Perekonomian Hatta Radjasa dan SBY jumlah kemiskinan di Indonesia berkurang, namun saya ragu.

Dengan membandingkan kenaikan gaji buruh, besar inflasi, dan garis kemiskinan BPS dibanding dengan garis kemiskinan Bank 

Dunia dan juga negara-negara tetangga, ternyata jumlah kemiskinan di Indonesia sebenarnya bertambah. Namun karena BPS memperkecil garis kemiskinan hingga cuma US$ 0,75/hari/orang, maka kesannya jumlah rakyat Indonesia yang miskin cuma sedikit.

Pernyataan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan 60% atau 50,15 juta orang pekerja yang dibayar (karyawan) di Indonesia masih berpenghasilan rendah (Rata-rata penghasilan mereka US$ 2.284 per tahun) membuktikan hal itu. Jika setiap pekerja menanggung seorang istri dan 2 anak, maka setiap orang pendapatannya cuma US$ 1,5/orang/hari.  Secara matematis, lebih dari 75% rakyat Indonesia penghasilannya di bawah dari US$ 2/orang/hari!

Lihat:
http://www.bps.go.id/brs_file/kemiskinan-01jul10.pdf

Rata-rata upah harian buruh tani dan buruh bangunan masing-masing naik sebesar 3,27 persen dan 3,86 persen selama periode Maret 2009-Maret 2010.
===
Menurut pemerintah inflasi 7%. Kalau dilihat dgn nilai emas dan perak (kurs dinar emas dan dirham perak), rupiah turun 20% lebih.
 
Artinya masyarakat bertambah miskin antara 3%-16%.

Garis kemiskinan sekarang:
Rp211.726,- per kapita per bulan pada Maret 2010 atau US$ 0,75/orang/hari…

Info selengkapnya tentang Kemiskinan 2010 dari BPS bisa download di:


Sementara menurut Andrinof Chaniago garis kemiskinan Philiphina aja sdh pakai ukuran US$ 1,5. Apalagi Malaysia dan Thailand, mrk udah pakai US$ 2,5/kapita/hari. Bank Dunia memakai garis kemiskinan US$ 2/orang/hari.

Kemiskinan merajalela. Karenanya pengemis jalanan, kriminalitas, dan angka bunuh diri meningkat….

Senin, 03/01/2011 19:42 WIB
BPS: 60% Karyawan di Indonesia Bergaji Rendah
Ramdhania El Hida – detikFinance

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan 60% atau 50,15 juta orang pekerja yang dibayar (karyawan) di Indonesia masih berpenghasilan rendah. Rata-rata penghasilan mereka US$ 2.284 per tahun.

Baca selengkapnya di:

http://www.kbrberita.cz.cc/2011/01/60-karyawan-di-indonesia-bergaji-rendah.html

Inflasi 2010 Hampir Sentuh 7 Persen di Luar Dugaan
Tribunnews.com – Senin, 3 Januari 2011 13:23 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat di luar dugaan inflasi bulan Desember 2010 cukup tinggi, yakni sebesar 0,92 persen. Angka inflasi tersebut menjadikan inflasi selama Januari–Desember 2010 mencapai 6,96 persen.

Baca selengkapnya di:


Source/ref: InfoIndonesia's Blog - jan 2011 

Sabtu, 08 Januari 2011

Bumi Punah 60 Tahun Lagi?

Bookmark and Share

Isu perubahan iklim hingga saat ini masih banyak ditanggapi penduduk dunia dalam bentuk wacana semata. Kini saatnya dilakukan sebuah aksi nyata untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

“Jika tidak, 60 tahun lagi bumi dan kehidupannya akan punah,” ujar Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Henry Bastaman, ketika membuka simposium nasional tentang lingkungan Indonesia di Depok, Kamis (23/7) siang.

Bastaman menyatakan bahwa tak perlu menunggu hingga 100 tahun untuk melihat dampak terparah yang akan terjadi bila perilaku manusia tidak berubah. Dampak terparahnya yakni kepunahan bumi dan kehidupannya akan terjadi 60 tahun lagi

“Sebelum punah, pada 2020, suhu bumi akan naik 4 derajat celcius. Akibatnya, permukaan laut naik, banyak badai, banyak penyakit baru akan muncul. Akhirnya akan menyerupai kehidupan di planet Mars. Itu semua akibat perbuatan manusia, bukan alam semesta,” ujar Bastaman mengacu pada laporan penelitian 2.500 ilmuwan Intergovernmental Panel of Climate Change 2007 yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Indikasi akan hal tersebut salah satunya adalah kenaikan suhu bumi saat ini sebesar 1 derajat celcius dibanding 100 tahun lalu sehingga kini panasnya mencapai 37 derajat celcius. Untuk ukuran manusia suhu setinggi itu masih dapat ditoleransi, namun Bastaman menambahkan bahwa untuk ukuran bumi sudah dalam tahap “meradang”.

Source/ref: MediaIndonesia - Jul 2009

Selasa, 04 Januari 2011

60% Karyawan di Indonesia Bergaji Rendah

Bookmark and Share

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan 60% atau 50,15 juta orang pekerja yang dibayar (karyawan) di Indonesia masih berpenghasilan rendah. Rata-rata penghasilan mereka US$ 2.284 per tahun.

Demikian disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan ketika ditemui di kantor Menko perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (3/1/2011).

"Kalau kita bicara 60% golongan penerima pendapatan, 60% dari golongan rendah penerima pendapatan itu jumlahnya kira-kira 50,15 juta orang itu rata-rata penghasilannya US$ 2.284 per tahun," tutur Rusman.

Kamis, 25 November 2010

GUNUNG TOBA Pemusnah Manusia?

Bookmark and Share

Nelayan menangkap ikan di Danau Toba, Sumut
Letusan Gunung Toba yang melontarkan jutaan metrik ton debu volkanik, sulfur, dan partikel-partikel lain ke atmosfir pada 74 ribu tahun yang lalu disebut-sebut menyebabkan penggelapan langit, penurunan suhu global hingga 10 derajat Celcius selama hampir satu dekade dan membinasakan sebagian besar umat manusia.

Ternyata, dari penelitian terbaru, efek cuaca yang disebabkan letusan Toba lebih ringan dan reda relatif lebih cepat dibanding perkiraan yang dibuat oleh pada arkeolog dan klimatolog sebelumnya. Manusia yang mengalami bencana letusan Toba itu diperkirakan berhasil melewatinya dengan selamat.

Rabu, 20 Oktober 2010

Indonesia Rangking 67 Paling Damai di Dunia.

Bookmark and Share

Institut untuk Ekonomi dan Perdamaian (Institute for Economics and Peace) mengeluarkan indeks perdamaian global atau Global Peace Index (GPI) tahun 2009. Institut tersebut juga mengeluarkan daftar peringkat negara-negara berdasarkan tingkat dukungan terhadap perdamaian.

Seperti dikutip laman berita Malaysia, Bernama, peringkat pertama negara paling damai di dunia adalah Selandia Baru, disusul Denmark, Norwegia, Islandia, dan Austria. Posisi Islandia di urutan keempat adalah kemunduran, sebab, pada tahun sebelumnya negara ini mendapat predikat negara paling damai di dunia.

Robot BANDUNG Berhasil Menjadi Jawara Kompetisi di San Fransisco.

Bookmark and Share

#Robot DU-114#
Robot DU-114 buatan mahasiswa Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung berhasil meraih medali emas dalam kompetisi robot internasional di San Francisco, Ahad.

Medali emas langsung dikalungkan oleh salah satu panitia "International Robo Games" kepada si pembuat DU-114, Rudy Hartono, yang merupakan mahasiswa Unikom Bandung.


Konsul Pensosbud Konsulat Jenderal RI di San Francisco Andi Rahadian yang dihubungi ANTARA, Ahad, menjelaskan "DU-114" tampil sebagai pemenang di ajang tersebut untuk kategori robot pemadam api (open fire fighting autonomous robot).

Selasa, 05 Oktober 2010

Kiprah Nelson Tansu, Anak Medan yang Jadi Profesor Termuda di Amerika

Bookmark and Share

Bantu 10 Anak Tidak Mampu Raih Gelar Doktor

Tahun lalu Nelson Tansu kehilangan ayah-ibunya akibat perampokan di kampungnya, Medan, Sumatera Utara. Meski kecewa dengan penyidikan kasus orangtuanya, profesor termuda itu tetap setia berpaspor Indonesia.

 
NELSON Tansu-Profesor Universitas Lehigh di Amerika- menjadi salah satu bintang di forum Asian Science Camp (ASC) 2008 yang kini diadakan di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali. Terutama bagi puluhan pemenang olimpiade sains Indonesia yang menjadi peserta acara di sana. Maklum, saat duduk di SMA di Medan dulu, Tansu adalah finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia.

Tampil rapi dengan kemeja biru muda dipadu jas hitam, Tansu lebih mengesankan sebagai pebisnis muda. Terutama ketika berada di antara para profesor, termasuk para peraih Nobel, yang menjadi pembicara di ASC yang umumnya sudah tua. Saat ditemui Jawa Pos kemarin, gurat kelelahan terlihat di wajahnya karena dia mengisi acara sejak pagi. Namun, dia tetap bersemangat untuk masuk kelas dan mengikuti sesi berikutnya.

''Wait for a second (Tunggu sebentar),'' ujarnya. Meski asli warga negara Indonesia (WNI), Tansu lebih senang menggunakan bahasa Inggris. ''Saya sekarang lebih banyak tinggal di Amerika. Tapi, masih sering mengunjungi Indonesia,'' jelas pria kelahiran 20 Oktober 1977 itu.


Tansu, lulusan terbaik SMU Sutomo 1 Medan 1995, adalah sosok yang patut dibanggakan. Saat usianya baru 25 tahun dia diangkat menjadi profesor di Lehigh University, sebuah universitas ternama di Negara Bagian Pennsylvania, Amerika.


''Persaingan mendapatkan posisi sebagai profesor di Amerika memang sangat ketat. Setiap satu lowongan, lebih dari 350 orang yang mendaftar,'' katanya.


Sukses Tansu menjadi pengajar di Lehigh University dan dinobatkan sebagai profesor termuda di Amerika itu berkat didikan orang tua. Sebab, sejak kecil sang ayah, Iskandar Tansu, memompa semangat untuk meraih prestasi tertinggi.


Berkat gemblengan keras sang ayah, Tansu sejak kecil sering memenangi berbagai lomba dan kejuaraan. "Ayah saya seorang pekerja keras. Saya juga terbiasa melakukannya sejak muda hingga menjadi profesor seperti sekarang,'' ungkapnya.


Kecuali spirit kerja keras, Tansu mengakui, sebetulnya tidak ada yang spesial dari pendidikan yang diberikan orang tuanya. Dia bermain dan belajar seperti kebanyakan anak-anak lain. "Bimbingan keluarga, orang tua, guru, dan sekolah itu penting, tapi yang lebih penting adalah usaha kita,'' jelasnya.


Menurut Tansu, dirinya sering harus tidur larut malam untuk menyelesaikan tugas. Namun, dia mengaku tidak keberatan, karena menyukai apa yang dilakukannya. ''Yang terpenting, lakukan hal yang paling kamu sukai sehingga kamu pasti berhasil di dalamnya. Tentu saja ditambah dengan usaha yang keras,'' katanya.


Sukses Tansu menjadi profesor di Lehigh University bukan kebetulan. Dunia sudah mengakui karya-karya ilmiahnya. Saat ini lebih dari 138 riset dan karya tulis yang telah dipublikasikan. Selain itu, dia menjadi pembicara aktif di berbagai seminar tentang sains dan pendidikan di seluruh dunia.


Meski berasal dari Indonesia dan masih mencintai negaranya, Tansu mengaku tidak punya rencana untuk menghabiskan masa tua di tanah air. ''Saya tidak punya rencana sejauh itu. Toh, 20 tahun lagi kita adalah citizen of the world, orang akan bebas tinggal di mana pun,'' kata laki-laki yang baru tahun lalu mempersunting Adela Gozali Yose, gadis Medan, menjadi istrinya itu.


Sayang, tahun lalu (2007) pula Tansu mengalami masa yang kelam dalam sejarah hidupnya. Rumahnya dirampok dan ayah ibunya, Iskandar Tansu dan Auw Lie Min, dibunuh. ''Saat penyelidikan, kita mengalami masalah dengan penegak hukumnya,'' ujarnya.


Modus perampokan dan pembunuhan itu memang sadis sehingga dua pelakunya divonis mati. Tansu tidak bersedia mengenang dan berbicara lebih lanjut tentang peristiwa traumatik yang menimpa dia dan dua saudaranya yang lain. Namun, pengalaman itu tidak mematikan rasa cintanya kepada Indonesia.


''Semua kenangan tetang masa kecil dan orang tua saya ada di sini. Saya tentu tidak bisa melupakan Indonesia,'' kata doktor electrical engineering University of Wisconsin di Madison, Amerika, itu.


Sebagai bukti kecintaannya kepada Indonesia, Tansu kini menggalang dana untuk menyekolahkan anak tidak mampu tapi pandai yang ingin memperoleh gelar doktor (PhD). ''Untuk mendapatkan gelar tersebut kan susah, butuh banyak biaya untuk riset dan penelitian,'' ujarnya.


Saat ini, lanjutnya, di antara 10 orang yang dibantunya, dua orang dari Indonesia. Dia berharap pada tahun-tahun yang akan datang lebih banyak lagi orang Indonesianya. "Di Amerika banyak yang mau memberikan bantuan dana untuk pendidikan dan saya bisa mencarikannya dengan mudah,'' jelasnya.


Menurut Tansu, kegiatannya itu bukan semata karena peduli terhadap bangsa Indonesia, tapi juga karena kepeduliannya kepada pendidikan. "Sejak kecil saya ingin jadi pendidik di bidang sains dan engineering, sayangnya posisi ini di Indonesia kurang dihargai,'' kata pengajar S-3 itu.


Dia tak setuju guru cuma dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa karena guru butuh uang makan. Gaji guru dan dosen yang rendah itulah yang menjadi salah satu penyebab banyak orang pintar yang lari ke luar negeri.


''Inilah yang menjadikan mutu pendidikan kita rendah. Guru-guru dengan gaji dan fasilitas pas-pasan tentunya tidak bisa memberikan pelayanan optimal karena harus mencari tambahan sampingan,'' jelasnya.


Tansu mengharapkan pemerintah segera mengubah kebijakannya agar mutu pendidikan di Indonesia meningkat. ''Jika ada profesor yang kembali ke Indonesia ditawari jadi dosen atau anggota dewan, maka jawabannya pasti yang terakhir, it's the reality,'' jelasnya.


Selain itu, menurut pemikiran Tansu, Indonesia seharusnya mempunyai satu universitas yang bisa menjadi kebanggaan. ''Jika ada satu saja universitas di Indonesia yang setara dengan di AS, maka anak-anak kita yang pandai tidak akan lari ke luar negeri. Mereka akan memilih kuliah di negaranya sendiri,'' ujarnya.


Tansu mengenang, akibat tak adanya perguruan tinggi kebanggaan itu, ayahnya, Iskandar Tansu, mendorong semua anaknya sekolah ke Amerika. Selain dia, abangnya, Tony Tansu, adalah master dari Ohio, Amerika. Begitu juga adiknya, Inge Tansu, adalah lulusan Ohio State University (OSU). Kedua saudaranya itu tinggal di Indonesia.

 
Source/ref: Jawa Pos.co.id - jun 2009

MALAYSIA Jadi Tempat Mengabdi Ratusan Dosen dan Peneliti RI

Bookmark and Share

Kuala Lumpur - Malaysia tidak saja menjadi tujuan menarik bagi banyak wisatawan asing untuk berkunjung, tapi juga kaum akademis. Hampir 300 dosen dan peneliti asal Indonesia mengabdikan keilmuannya di negeri Petronas ini karena berbagai sebab.

Bahkan tidak sedikit di antara dosen dan peneliti tersebut adalah yang terbaik dimiliki Indonesia.

"Dalam data kami yang tercatat memang baru hanya 80 orang saja. Tapi melihat yang hadir sekarang dan informasi dari berbagai pihak, jumlah dosen dan peneliti Indonesia di Malaysia hampir 300. Karena peneliti ini tersebar," kata Ketua Indonesian Lecturer and Researcher Association in Malaysia (ILRAM) DR Riza Muhida ketika berbincang-bincang dengan detikcom di sela-sela Silaturahim KBRI Kuala Lumpur dengan ILRAM, Jumat (7/5/2010).

Menurut Riza, sedikitnya ada dua alasan yang menjadi motif banyaknya dosen dan peneliti Indonesia yang lebih mengabdikan keilmuannya di Malaysia. Pertama, lingkungan akademik dan penelitian yang lebih kondusif dibandingkan di Tanah Air. Lingkungan kondusif yang dimaksud, kata Riza, kebebasan untuk mengembangkan kemampuan akademik dan penelitian karena ditunjang oleh fasilitas, akses jurnal yang luas, dan dukungan dana yang cukup besar.

Kedua, kenyamanan bagi diri sendiri dan keluarga. "Misalnya, kalau di Jakarta kondisi kemacetan yang sudah cukup parah, kepadatan, seringkali mempengaruhi jadwal kerja dan privasi kita untuk bisa berkumpul dengan keluarga tepat waktu. Di sini saya bisa pergi dan pulang
kerja tepat waktu, jadi hak keluarga untuk berkumpul bisa terpenuhi. Dan gaji yang diperoleh dari pekerjaan sangat cukup, jadi tidak perlu lagi cari sampingan," cetusnya.

Alasan lain, sambung Riza, banyaknya sarjana dan peneliti Indonesia yang sulit memperoleh pekerjaan sepulang mereka dari luar negeri. Sementara tenaga mereka ternyata lebih dibutuhkan di negara lain.

"Seperti saya, setelah tamat S2 dan S3 dari Jepang, saya pernah mencoba masukkan banyak lamaran ke berbagai institusi di Indonesia tapi sayangnya tidak ada satu pun respon. Saya lalu coba apply di Malaysia, ternyata langsung direspon cepat," ujar Dosen Fakultas Teknik di Universitas Islam Internasional Malaysia (UIIM) ini.

Dia mengatakan, jumlah dosen asal Indonesia yang mengajar di Malaysia cenderung meningkat, khususnya dalam 4 tahun terakhir. Dia mencontohkan, sejak ILRAM berdiri pada Desember 2007, jumlah dosen Indonesia yang mengajar di UIIM mencapai 30 orang. Kini telah bertambah menjadi 40 orang. "Dan trennya setiap tahun ada kecenderungan bertambah 4 sampai 5 orang," ujarnya.

Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) di Malaysia ini juga mengungkapkan, pada Kamis 6 Mei kemarin, seorang dosen Indonesia yang mengajar di Univeristas Putra Malaysia (UPM), Dr Seca Gandaseca terpilih menjadi dosen terbaik. Penghargaan langsung diberikan oleh
Sultan Selangor.

IIUM juga memilih dosen Indonesia DR Irwandi Jaswir sebagai peneliti terbaik tahun 2009. Irwandi mengalahkan kompetitor lain dari Malaysia dan mancanegara di kampusnya. Tidak hanya itu, Irwandi juga memperoleh award sebagai saintis muda se-Asia Pasifik mewakili IIUM dan Malaysia.

Sementara itu Dubes RI untuk Malaysia Da'i Bachtiar mengatakan, banyaknya dosen dan peneliti asal Indonesia di Malaysia menjadi satu kebanggaan, bahwa tenaga intelektual Indonesia banyak diperlukan dan tidak kalah dengan negara lain. Namun Da'i mengingatkan agar siapapun yang bekerja di negara lain selalu menjaga semangat nasionalisme dan cinta Tanah Air.

Da'i juga berpesan, agar setiap warga negara Indonesia di Malaysia, termasuk para dosen dan peneliti juga bisa berperan sebagai duta yang mampu meluruskan setiap persepsi yang salah tentang Indonesia.

"Untuk berbakti kepada bangsa dan negara tidak mesti harus di Tanah Air, tapi dimana pun. Dari luar negeri pun bisa berbakti kepada negara. Anda-anda adalah duta. Bangunlah, Kalau ada persepsi yang tidak pas tentang Indonesia, luruskan," kata Da'i.

Source/ref: Detik.com - Mei 2010

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More