Halaman

Tampilkan postingan dengan label SCIENCE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SCIENCE. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2011

Ditemukan, 'Anomali' Lain Segitiga Bermuda

Bookmark and Share

Segitiga Bermuda -- wilayah imajiner yang menghubungkan Puerto Rico, perairan Florida, dan Bermuda -- tenar karena imej mistisnya. Hal itu diperkuat fakta ratusan kapal dan pesawat menghilang di area itu. 

Meski akhirnya ditemukan, sejumlah kapal dalam keadaan kosong, tanpa kru dan penumpang yang menghilang misterius. 

Seorang penulis, Vincent Gaddis in 1964 berpendapat, ada anomali yang menjelaskan fenomena aneh tersebut. Namun, Segitiga Bermuda memperoleh ketenarannya pada 1974, saat Charles Berlitz menerbitkan  buku yang mempopulerkan Segitiga Bermuda sebagai 'Devil Sea' atau 'Laut Setan'.

Jumat, 16 September 2011

Ribuan 'Roda' Tampak dari Angkasa Arab

Bookmark and Share

Fenomena geolif atau gambar bumi yang tampak dari angkasa ternyata bukan hanya milik Nazca Lines di Peru. Para peneliti menemukan fenomena serupa di jazirah Arab, membentang dari Arab Saudi sampai Suriah.

Berkat teknologi pemetaan satelit dan program fotografi aerial di Yordania, para peneliti menemukan ribuan gambar berbentuk roda. Roda-roda ini memiliki desain yang berbeda, namun memiliki satu kesamaan, yakni lingkaran yang memusat ke tengah. Ukurannya bervariasi, dari lebar 25 meter sampai 70 meter. Para peneliti yakin gambar ini setidaknya telah berusia 2.000 tahun.

"Di Yordania sendiri, kami menemukan struktur seperti batu yang lebih banyak daripada Nazca Lines, jauh lebih luas terbentang dan jauh lebih tua," kata Profesor Sejarah Klasik dan Kuno Universitas Australia Barat, David Kennedy, sebagaimana dilansir Live Science.

Riset Kennedy ini akan dipublikasikan di Jurnal Ilmu Arkeologi berikutnya. Studi ini mengungkapkan sejumlah keragaman desain 'roda' yang berfungsi mulai sebagai saluran air, penguburan sampai sekadar dinding misterius.

Apa fungsinya?

Sejauh ini, belum satu pun dari roda ini diekskavasi, yang membuat cara mengetahui tanggal pembuatan dan tujuan pembuatan sulit diketahui. Para arkeolog yang mempelajarinya sebelum ada aplikasi Google Earth berspekulasi bahwa ini bisa jadi reruntuhan rumah atau kuburan. Namun Kennedy menyatakan, tak satu pun penjelasan yang cocok.

Beberapa roda ditemukan terisolasi sendirian, namun ada yang terkelompok bersama. Di satu lokasi, dekat Oase Azraq, ratusan roda ditemukan bersama-sama.

Di Arab Saudi, tim Kennedy menemukan roda yang memiliki gaya agak berbeda: beberapa tak beraturan dan sama sekali bukan seperti roda. Ada juga roda yang memiliki tugu di tengahnya.

Amelia Sparavigna, Profesor Fisika dari Politeknik Turin, Italia, menyatakan kepada Live Science bahwa struktur di Arab ini jelas geolif. Fungsi geolif di Arab ini, kata perempuan peneliti itu, mungkin sama dengan yang ditemukan di gurun Nazca yang umumnya sebagai tempat sembahyang atau ritual terkait astronomi.

Namun demikian, Kennedy menyatakan roda-roda ini masih merupakan misteri.

Source: Vivanews 

Selasa, 16 Agustus 2011

'KEAJAIBAN' BIKIN MAKANAN SEGAR BERTAHUN-TAHUN

Bookmark and Share

Peneliti berhasil menemukan ‘keajaiban’ untuk membuat makanan tetap segar selama bertahun-tahun. Temuan ini menjanjikan penurunan pembuangan makanan tiap tahun.

Pengawet alami ini mampu menghilangkan serangga yang membusukkan daging, ikan, telur dan produk susu dalam hitungan hari. Pengawet ini disebut Bisin yang merupakan bahan kimia yang mampu memperpanjang ‘jangka hidup’ makanan selama bertahun-tahun.

Temuan ini akan merevolusi cara orang berbelanja dan memangkas jutaan ton limbah makanan yang dibuang tiap tahunnya. Bisin muncul dari beberapa jenis bakteri tak berbahaya. Menariknya, pengawet ini juga mencegah penyebaran bakteri berbahaya seperti E-coli, salmonella dan listeria.

Mikrobiolog Dan O’Sullivan dari Minnesota University menjadi orang yang tak sengaja menemukan bahan ini saat memeriksa budaya bakteri yang ditemukan dalam usus manusia. “Bahan ini tak merusak kualitas nutrisi karena kita tak menambah bahan kimia melainkan bahan alami,” ujarnya seperti dikutip Dailymail.

Bahan ini bisa memperpanjang ‘janga hidup’ beragam makanan sehari-hari yang memiliki tanggal kadaluarsa ketat, termasuk makanan laut, keju, dan makanan kaleng.

Source: Inilah.com - aug 2011

Mengejutkan, Banyak Minum Ternyata Merugikan

Bookmark and Share

Anggapan awal banyak minum mencegah kerusakan ginjal, menurunkan berat badan dan meningkatnya konsentrasi. Namun, kebiasaan ini ternyata berbahaya.

Para ahli memperingatkan, minum delapan gelas air sehari bisa membahayakan. Ahli mengklaim, klaim ilmiah perihal ini ‘tak masuk akal’. NHS bersama dokter dan ahli nutrisi menyarankan warga minum 1,2 liter air sehari.

GP Margaret McCartney dari NHS mengatakan, minum 6-8 gelas air tiap hari ‘tak masuk akal’. “Keuntungan minum ini sering dilebih-lebihkan perusahaan air minum,” lanjutnya.

Di artikel yang diterbitkan di British Medical Journal, McCartney menyebutkan, minum air saat tidak haus bisa membuyarkan konsentrasi. Selain itu, bahan kimia yang digunakan mensterilkan botol air bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Minum terlalu banyak air juga bisa membuat orang kurang tidur karena harus ke kamar mandi di tengah malam. Hasil studi lain bahkan menunjukkan, banyak minum bisa menyebabkan kerusakan ginjal.

Dokter lain dalam artikel menambahkan, klaim air bisa menurunkan berat badan tak memiliki dasar. Ahli metabolisme Profesor Stanley Goldfarb di University of Pennsylvania mengatakan seperti ditulis dailymail,

"Bukti yang ada adalah sebenarnya tak pernah ada bukti perihal ini," katanya. 

Source: Inilah.com - aug 2011

Seberapa Lama Manusia Tahan Tanpa Minum?

Bookmark and Share

Jika berada dalam alam liar, hal apa saja bisa terjadi, termasuk kehabisan air minum. Selain itu, terdapat ‘tiga aturan’ untuk bertahan hidup. Apa saja?

Tanpa air, Anda bisa bertahan selama tiga menit. Dalam lingkungan lebih keras, seperti sedang bersalju, Anda bisa bertahan selama tiga jam tanpa tempat berlindung. Setelah tiga hari, Anda butuh air atau Anda akan ‘menghilang’.

Tanpa makanan, Anda bisa bertahan selama tiga pekan meski menjalaninya akan sangat menyakitkan. Meski aturan ini sangat membantu, beberapa orang mampu bertahan selama delapan hingga 10 hari tanpa air dan hal ini akan membuat orang sangat putus asa.

Mengingat 65% tubuh manusia terbuat dari air, air sangatlah penting bagi menusia seperti dikutip dari berbagai sumber dan Science. Air mengalir melewati darah membawa oksigen dan nutrisi ke sel dan membuang ‘limbah’ keluar dari tubuh.

Selain itu, air menjadi ‘bantal’ bagi sendi dan jaringan lunak tubuh. Tanpa air sebagai bagian kegiatan rutin harian, manusia tak akan bisa mencerna atau menyerap makanan.

Source: Inilah.com - aug 2011

Es Kutub Utara Meleleh Lebih Cepat

Bookmark and Share

INILAH.COM, Jakarta - Perhitungan PBB mengenai masa leleh es Kutub Utara bisa jadi salah. Ilmuwan MIT perkirakan es Kutub Utara akan meleleh 4 kali lebih cepat.

Ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) membantah penyataan Perserikatan Bangsa-bangsa mengenai perubahan iklim, yang menyebutkan bahwa es Kutub Utara akan habis meleleh pada 2100. Seperti dilansir International Business Times, menurut prediksi MIT, es di Kutub Utara akan meleleh dengan laju empat kali lebih cepat daripada yang dilaporkan PBB.

Selasa, 02 Agustus 2011

Danau di Texas Berubah Jadi 'Kolam Darah'

Bookmark and Share

Danau Texas yang Berubah Warna
Sebuah danau di Texas Barat, Amerika Serikat berubah warna menjadi merah darah di musim panas ini. Waduk OC Fisher di San Angelo State Park, yang sebelumnya populer sebagai tempat memancing dan rekreasi, mengering. Meninggalkan debit air dalam jumlah yang stagnan, dipenuhi ikan mati. Warnanya berubah menjadi merah buram. Mirip warna darah.

Untuk orang-orang yang meyakini kiamat sebentar lagi berpendapat, fenomena di OC Fisher adalah pertanda akhir dunia. Namun pejabat yang mengurusi taman margasatwa membantahnya. Menurut mereka, warna darah sama sekali tak ada kaitannya dengan mistis, tapi dikarenakan bakteri  Chromatiaceae yang berkembang dalam air yang kehilangan oksigen. "Ini memang mengejutkan," kata  Charles Cruz, salah satu staf taman margasatwa, seperti dimuat LiveScience, 1 Agustus 2011.

Musim panas ini, Texas memang mengalami kekeringan luar biasa, sekitar 75 persen wilayah ini mengalami kemarau parah. Itu menurut data Badan nasional Mitigasi Kekeringan (NDMC). Negara bagian ini mengharap badai tropis Don menurunkan hujan, namun alih-alih hujan deras, Don hanya mengundang curah hujan 1 hingga 2 inchi di wilayah dekat pantai.

Kekeringan juga menyebabkan benberapa waduk di Texas Barat kering. "Tahun lalu kami meneliti waduk itu, dan menemukan banyak populasi ikan di dalamnya," kata Cruz. Yang terjadi saat ini memprihatinkan. "Level air danau makin menurun, dan ikan-ikan di dalamnya mati mengambang. Ini sangat memprihatinkan."

Pekan lalu, tambah Cruz, danau yang luas hanya menyisakan kolam kecil air yang dalamnya beberapa kaki. Ada ribuan ikan yang mati, tak ada tanda-tanda kehidupan di danau itu.

Gambar kolam darah di Waduk OC Fisher menyebar melalui internet dan forum-forum di dunia maya. Seorang pendeta dari Indiana, Paul Begley, dalam sebuah video di YouTube mengatakan, danau itu mungkin adalah pertanda kiamat seperti yang tertera dalam kitab suci.

"Malaikat kedua menumpahkan mangkuknya ke laut, dan mengubahnya menjadi merah darah, seperti orang mati. Dan apapun yang ada di dalam laut mati," kata Begley. Lalu, 'malaikat ketiga menumpahkan isi mangkuknya ke sungai dan mata air, berubah menjadi darah."

Namun, Begley mungkin sama tak beruntungnya dalam hal meramal kiamat seperti Harold Camping, pengkotbah radio yang berkoar bahwa akhir dunia akan tiba pada 21 Mei 2011. 

Source: Vivanews

Sabtu, 23 April 2011

Sebanyak 657 PULAU BARU Ditemukan di Seluruh Dunia

Bookmark and Share

RALEIGH - Itu lah peristiwa yang tak setiap hari dilihat orang! Ratusan pulau baru telah ditemukan di seluruh dunia.

Bumi memiliki 657 lagi pulau akibat endapan daripada perkiraan sebelumnya. Demikian hasil survei global yang dilakukan oleh para peneliti dari Duke University and Meredith College di Raleigh N.C. dan disiarkan oleh LiveScience.com.

Para peneliti tersebut mengidentifikasi sebanyak 2.149 pulau akibat endapan di seluruh dunia dengan menggunakan citra satelit, peta topografi dan tabel navigasi. Jumlah baru itu jauh lebih banyak daripada 1.492 pulau yang diidentifikasi dalam survei 2001, yang dilakukan tanpa bantuan citra satelit yang tersedia.
Pulau akibat endapan tersebut seringkali terbentuk sebagai rantai endapan pasir dan sedimen sempit, rendah dan panjang di lepas pantai, yang sejajar dengan satu pantai tapi terpisah dari pantai dengan teluk, muara dan laguna.

Tak seperti lahan tetap, maka pulau akibat endapan itu muncul, hilang, berpindah dan terbuat lagi pada waktu lain sebagai akibat dari gelombang, ombak dan arus serta proses fisik lain di lingkungan samudra bebas, katanya.

Secara keseluruhan pulau akibat endapan di dunia memiliki panjang sekitar 21.000 kilometer. Semua pulau tersebut ditemukan di sepanjang semua benua kecuali Kutub Selatan dan di semua samudra, dan pulau akibat endapan itu terdiri atas rata-rata 10 persen garis pantai benua di Bumi.

Bumi belahan utara adalah tempat bagi 74 persen pulau akibat endapan tersebut. Pulau akibat endapan membantu melindungi pantai daratan utama yang rendah terhadap erosi dan kerusakan akibat badai, dan dapat jadi habitat penting margasatwa.

Negara yang memiliki lebih banyak pulau akibat endapan adalah Amerika Serikat. AS memiliki 405 pulau endapan termasuk pulau akibat endapan di sepanjang garis pantai Kutub Utara Alaska. "Ini memberi bukti bahwa pulau akibat endapan memang ada di setiap iklim dan di setiap gabungan ombak-arus," kata anggota tim studi tersebut, Orrin H. Pilkey, dari Duke University.

"Kami menemukan di mana pun ada potongan datar tanah di sebelah pantai, pasokan pasir yang cukup, gelombang yang cukup untuk memindahkan pasir atau endapan, dan peningkatan permukaan air laut belakangan ini yang membuat garis pantai jadi bengkok, maka pulau akibat endapan tentu ada," kata Orrin h Pilkey.

Pulau akibat endapan yang baru diidentifikasi tersebut tak secara ajaib muncul dalam dasawarsa terakhir. Anggota tim studi, Matthew L. Stutz dari Meredith, mengatakan hal tersebut. ''Semua itu sudah lama ada, tapi terabaikan atau salah dikategorikan dalam berbagai survei sebelumnya,'' kata Stutz.

Source/ref: Antara, Republika.co.id - apr 2011

Kamis, 21 April 2011

Video ALIEN di Rusia HOAX

Bookmark and Share

Pada video itu ditemukan sejumlah petunjuk bahwa video itu cerita bohong.

Mayat 'Alien' yang Ditemukan Siberia
Di internet saat ini sedang marak dibicarakan seputar beredarnya video yang menggambarkan penemuan mayat alien di Rusia. Disebutkan, alien yang tewas itu ditemukan di kawasan Irkutsk, Siberia yang diselimuti salju tebal.

Alien yang tewas diperkirakan memiliki tinggi sekitar 60 - 90 sentimeter dengan kepala yang besar serta kaki dan tangan yang panjang. Adapun video yang baru diupload 3 hari lalu ke Youtube itu sudah dilihat hingga 4,5 juta kali. Namun banyak yang mempertanyakan keaslian video itu.

Dikutip dari Space, 21 April 2011, pada video itu ditemukan sejumlah petunjuk bahwa video itu merupakan hoax atau cerita bohong.

Pertama adalah adegan pembukaan. Perekam video menyorot lingkungan sekitar ditemukannya alien itu untuk menunjukkan pada penonton kawasan ditemukannya alien itu.

Teknik ini umum digunakan di industri film. Sebagai contoh, jika Anda menonton film komedi situasi, adegan akan dibuka dengan kamera menyorot bagian luar dari rumah atau apartemen sebelum menyorot akting para pemerannya di dalam ruangan.

Berikutnya, juru kamera juga langsung menyorot rekan-rekannya, baru mengambil gambar jejak di salju yang mengarah ke posisi ditemukannya makhluk ‘luar angkasa’ tersebut. Di sini tampak bahwa perekam video sudah tahu bahwa alien itu ada di sana dan bukan ‘menemukannya’ secara tidak sengaja.

Lebih lanjut, para pemeran yang berbicara dalam bahasa Rusia terdengar tengah tertawa. Nada suaranya tidak seperti orang yang terkejut atau penasaran karena menemukan benda asing yang sangat tidak lazim.

Petunjuk lainnya adalah adegan yang dirancang kurang tepat. Kamera mengikuti jejak di salju yang mengarah ke posisi alien yang menggambarkan bahwa jejak itu merupakan bekas terjadinya kecelakaan pesawat.

Namun di sana tidak ditemukan bangkai pesawat ruang angkasa atau tanda-tanda adanya benda asing lain, hanya sepotong mayat alien yang dibuat dalam kondisi dramatis. Misalnya salah satu kakinya yang dibuat seolah-olah terpotong akibat kecelakaan pesawat.

Yang mencurigakan lainnya adalah bahwa alien itu tampak persis seperti penggambaran alien di film-film Hollywood atau di kaos, buku komik, dan lain-lain. Kulit alien yang transparan memang memberikan efek yang menyeramkan, namun ini dapat dibuat dengan mudah menggunakan agar-agar bening dan bagian tubuh hewan yang bisa dibeli di toko daging.

Untuk itu, Life Little Mysteries yang coba meneliti keabsahan video alien itu menyatakan bahwa film tersebut hanya merupakan hoax.


Source/ref: Vivanews - apr 2011

Rabu, 20 April 2011

VIDEO: Penemuan Mayat Alien di Siberia

Bookmark and Share




Dua pejalan kaki di desa terpencil Kamensk, Siberia mengklaim telah menemukan mayat alien. Temuan ini menyusul laporan kecelakaan benda asing yang diduga UFO bulan lalu. Video yang dirilis allnewsweb.com ini memperlihatkan mayat alien dalam kondisi rusak dan kaki kanan hilang sebagian.

Source/ref: Vivanews - apr 2011

Mayat ALIEN Ditemukan di Siberia

Bookmark and Share

Mayat Alien Siberia
Anda boleh percaya atau tidak, sekelompok orang Rusia mengklaim menemukan jasad alien terbaring di atas salju di wilayah Irkutsk, sebelah selatan Siberia.

Tak hanya sekedar klaim, sekelompok orang itu juga membuat rekaman video lokasi temuan, juga jasad alien yang nampak kehilangan sebagian anggota badannya.

Video aneh yang diunggah di situs video sharing, YouTube, pada 18 April 2011, menyedot perhatian banyak pengunjung. Pantauan VIVAnews.com, hingga Rabu, 20 April 2011, pukul 11.00, video itu ditonton lebih dari 2,6 juta orang.

Seperti diberitakan The Sun, temuan ini menyusul laporan adanya UFO bercahaya berwarna pink dan biru yang jatuh dari langit. Bahkan Kementerian Darurat telah menginvestigasi insiden tersebut. Hasilnya, tak ada kecelakaan pesawat yang terjadi di wilayah itu.

Namun, tak semua pengunjung YouTube yakin, video ini nyata. "Gagal. Maaf, kelihatan sekali palsunya," kata salah satu pengunjung. "Apakah alien benar-benar ada? Aku sih percaya. Tapi tidak dengan video ini," kata yang lain. Lihat video mayat alien di sini.

Klaim temuan mayat alien ini mengingatkan kisah serupa di tahun 1947. Di Roswell, New Mexico, Amerika Serikat.

Ketika itu, ditemukan sebuah piring terbang jatuh di dekat kota Roswell, New Mexico. Namun, militer AS langsung menyatakan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah salah satu dari program mereka bernama Mogul. Namun, sejumlah pihak mencurigai alasan tersebut dan menganggap militer AS sengaja menutup-nutupi fakta tentang UFO yang jatuh beserta mayat-mayat alien di dalamnya.

Insiden Roswell juga tercatat dalam file Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI yang baru-baru ini diungkap ke publik dalam 'The Vault'.

Source/ref: Vivanews - apr 2011


Selasa, 19 April 2011

43 Spesies Ikan di Mediterania Terancam Punah

Bookmark and Share

JENEWA - Survei terbaru dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengungkapkan sekira 43 spesies ikan asli Laut Mediterania kini terancam punah.

Sebagian besar spesies yang terancam punah, menurut IUCN adalah hiu dan ikan manta. Menurut IUCN, spesies ini terancam menghilang dikarenakan aktivitas penangkapan ikan yang berlebihan, tempat tinggal yang terus berkurang serta polusi.

Meski beberapa jenis hiu dan manta tidak memiliki nilai komersil tinggi, mereka juga menjadi korban penangkapan ikan, setelah jala pukat sang nelayan menangkap mereka tanpa pandang bulu.

"Penggunaan jala pukat merupakan masalah utama untuk konservasi dan kesinambungan spesies laut," ujar salah satu pegawai IUCN Maria del Mar Otero sebagaimana dikutip Straits Times, Selasa (19/4/2011).

"Karena metode itu tidak selektif, pengguna jala pukat bukan hanya menangkap ikan yang diincar tapi juga spesies lain dalam bentuk banyak sekaligus menghancurkan dasar lautan, di mana banyak ikan hidup, bereproduksi dan makan," imbuhnya.

Sementara itu, spesies komersil seperti tuna sirip biru juga dinyatakan terancam punah akibat penangkapan ikan yang terlalu banyak. Potensi reproduksi tuna sirip biru dinyatakan berkurang hingga setengahnya selama 40 tahun terakhir.
Source/ref: Okezone - apr 2011

STANDAR EMISI Perbaiki Kesehatan & Iklim

Bookmark and Share

Grenbelt – Analisa terbaru tim ilmuwan yang dipimpin Drew Shindell dari Goddard Institute for Space Studies (GISS) menunjukkan, standar emisi kendaraan yang ketat sangat baik bagi kesehatan, agrikultur dan iklim.

Shindell dan rekan menggunakan model komputer komprehensif serta simulator iklim dalam penelitiaannya. Ditemukan, asap kendaraan menjadi penyumbang besar perubahan iklim di semua negara, khususnya negara berkembang.

Para ilmuwan menggunakan teknik permodelan yang dikembangkan di GISS guna membandingkan skenario dasar dengan asumsi standar emisi pada satu dekade mendatang.

Skenario kedua, sebagian besar negara mengadopsi standar ketat serupa Eropa dan Amerika Utara.

Kendaraan di dua daerah tersebut, menghasilkan lebih sedikit partikel dan gas-gas polusi, termasuk oksida nitrat dan karbon monoksida. Skenario agresif mengasumsikan, misalnya,

China, India, dan Brazil mengadopsi standar ‘Euro 6’ di 2015, standar ini merupakan rezim yang akan mengurangi emisi partikel sekitar 85%, oksida nitrogen sekitar 65%, dan karbon monoksida sekitar 70% untuk kendaraan penumpang.

Skenario agresif mengasumsikan pengurangan emisi besar di Amerika Latin, Afrika, dan Timur Tengah yang memiliki standar longgar. Aturan emisi di Amerika Utara sedikit lebih ketat dibanding Eropa. Studi ini diterbitkan pada edisi perdana ‘Nature Climate Change’.

Materi partikulat dari asap kendaraan dapat menyelinap melalui pertahanan tubuh dan menembus jauh ke dalam paru-paru. Di sana, materi ini bisa memicu berbagai penyakit, termasuk asma, jantung dan bronkitis. Ozon, karbon monoksida atau hidrokarbon serta sinar matahari dapat membahayakan manusia dan tanaman.

Pada manusia, produk tersebut membakar lapisan saluran udara dan membuat proses bernapas menjadi lebih sulit dan paru-paru akan luka setelah terpapar untuk jangka waktu lama. Pada tanaman, membran sel menjadi rusak, fotosintesis melambat dan mengurangi hasil.

“Penerapan standar agresif pada 2015 akan mendukung pencegahan kematian 200 ribu orang di dunia, menyelamatkan 13 juta ton butir serealia dari kerusakan ozon, dan menghemat US$1,5 triliun atas kerusakan kesehatan tiap tahunnya setelah 2030,” papar Shindell.

Setelah lima tahun, jumlah untuk menyelamatkan satu juta jiwa, yakni lebih dari 50 juta ton makanan, dan US$7,5 triliun untuk kerusakan kesehatan manusia. Kerusakan kesehatan berdasarkan teknik akuntansi ekonom digunakan untuk mempertimbangkan manfaat peraturan penyelamatan jiwa yang disebut ‘nilai statistik kehidupan’.

Sebagai perbandingan, PBB memperkirakan, gempa bumi dan tsunami yang melanda pantai timur Honshu, Jepang, menyebabkan 27.600 kematian dan menimbulkan kerusakan US$185-308 miliar (Rp160-266 triliun) pada akhir Maret lalu. Badai Katrina menewaskan 1.836 orang dan menimbulkan kerusakan US$81 miliar (Rp70,1 triliun).

Sementara penurunan partikel cenderung menghasilkan manfaat kesehatan setempat, para ilmuwan menemukan manfaat kesehatan dan agrikultur dari pengurangan ozon. Artinya, negara seperti India mengalami perubahan emisi sebanyak perubahan emisi lokal. “Tak ada satu ukuran cocok untuk standar emisi di tiap negara. Butuh pendekatan berbeda,” lanjut Shindell.

Studi baru menunjukkan, ukuran yang sama bermanfaat bagi kesehatan manusia dan pertanian akan mengurangi secara signifikan perubahan iklim dalam waktu dekat. Sementara itu, karbon dioksida yang dilepaskan kendaraan berkontribusi pada pemanasan global, termasuk karbon hitam, sulfat, dan karbon organik.

Beberapa aerosol memantulkan sinar matahari dan menghasilkan efek pendinginan. Sementara sisanya menghangatkan atmosfer. Aerosol kendaraan dapat mempengaruhi perkembangan awan yang dampaknya tak terlalu diketahui untuk iklim. Model Shindell menunjukkan, standar emisi ketat akan mengurangi 20 derajat celcius pemanasan di belahan bumi utara dari 2040 hingga 2070.

“Meski standar ketat akan memberi manfaat iklim yang jelas dalam waktu dekat, dampak akumulasi karbon dioksida dari kendaraan begitu besar sehingga masih akan ada efek pemanasan secara keseluruhan dari emisi kendaraan,” kata Shindell.

Jelaga mudah menyerap sinar matahari dan menyebabkan atmosfer menghangat. Hal ini juga mempercepat pemanasan dengan cara melapisi permukaan salju dan es serta mengurangi reflektifitasnya. Serupa, ozon, gas rumah kaca juga menghangatkan Bumi.

Untuk manfaat kesehatan, model proyek dampak iklim standar lebih ketat sangat beragam tergantung daerah. Efek pendinginan sulfat diminimalkan di banyak bagian bumi, termasuk lembaran es dan gurun yang sangat reflektif. Hingga kini, kebanyakan studi melihat dampaknya pada kesehatan, agrikultur, atau iklim dari emisi isolasi.

Analisis Shindell merupakan salah satu analis pertama yang memiliki pendekatan lebih realistis. “Jenis studi ini jelas dibutuhkan para pembuat kebijakan. Ambil skenario kebijakan nyata dan periksa dampaknya pada aneka ragam isu, termasuk polusi udara, iklim, tanaman. Kemudian, gunakan hasil tersebut untuk mencari solusi antar daerah yang sangat bervariasi,” tutup ahli iklim Gavin Schmidt dari GISS.

Source/ref: Inilah.com - apr 2011

Apakah GAS ALAM Benar-Benar Ramah Lingkungan?

Bookmark and Share

Studi Cornell University mengungkap, gas alam dari deposit serpih jauh dari kata ramah lingkungan. Meski begitu, para pendukung menuduh peneliti itu berlebihan.

Studi yang diterbitkan online di jurnal Climatic Change mendebat anggapan kebocoran metan selama produksi gas serpih jauh lebih berbahaya bagi lingkungan dibanding pembakaran batu bara.

Amerika Serikat (AS) sangat kaya deposit gas dan beberapa analis menjuluki negara itu sebagai Arab Saudi gas alam. Badan Informasi Energi AS menemukan, produksi gas serpih akan menambah setengah dari keseluruhan produksi gas alam AS untuk 25 tahun mendatang.

Ulasan online Massachusetts Institute of Technology mencatat, gas alam membakar setengah karbon dioksida saat masih berupa batu bara. Selama ekstraksi, metan dilepaskan dan hal ini jauh lebih merusak lingkungan dibanding CO2.

Pendukung industri energi Energy in Depth mendebat studi Cornell. Pendukung mengklaim Cornell tak memiliki cukup data atas studinya. Meski begitu, ilmuwan Cornell menyalahkan industri energi atas ketidakpekaan mereka.

Progesor energi Mark Jaccard dari Simon Fraser University mengaku, temuan Cornell tak mengejutkan dan harus diperlakukan sebagai peringatan bagi raksasa industri yang ingin mengeksploitasi gas serpih.

"Gas serpih harus diproduksi dengan cara yang bisa menghasilkan sedikit emisi," tutupnya.

Source/ref: Inilah.com - apr 2011

Benarkah Pohon Bisa 'Bicara'?

Bookmark and Share

Ternyata tak cuma hewan yang bisa berkomunikasi satu sama lain. Peneliti menyimpulkan bahwa pohon pun mampu menjalin komunikasi kepada sesamanya.

Seperti dilansir oleh situs IO9, Ian Baldwin, Director Max Planck Institute for Chemical Ecology, mempublikasikan sebuah paper yang menyimpulkan bahwa pohon bisa menyebarkan sebuah senyawa kimia untuk 'berkomunikasi' dengan pohon lain di dekatnya.

Menurut Baldwin, ketika sebuah pohon yang ia teliti diserang oleh insektisida, pohon itu akan memproduksi tanin dan berbagai senyawa kimia lainnya.

Senyawa itu biasanya dilepas untuk menghambat pertumbuhan dan tersedianya makanan bagi larva insektisida itu, serta untuk mempertahankan diri dari serangan lebih lanjut dari insektisida tersebut.

Temuan Baldwin lainnya, setelah itu ternyata tak cuma pohon yang terserang insektsida saja yang mengeluarkan senyawa kimia itu, melainkan juga pohon-pohon lain yang belum diserang, mengeluarkan senyawa yang sama.

Baldwin dan rekan-rekannya berkesimpulan, senyawa kimia itu dikeluarkan sebagai mekanisme untuk memperingatkan potensi bahaya yang dihadapi oleh pohon-pohon lain sehingga juga bisa mempersiapkan pertahanan diri.

Penelitian lebih jauh menggunakan analisa molekuler dan genetika menemukan bahwa senyawa kimia dilepaskan melalui daun, mulai dari molekul kecil sederhana seperti ethylene, hingga senyawa yang lebih komplek seperti methyl jasmonate.

Senyawa-senyawa tersebut berdifusi dengan udara, dan ketika menyentuh pohon lain, maka pohon itu merespon dengan melakukan perubahan pertumbuhan dan sintesis kimia.

"Bentuk komunikasi kimiawi dari tumbuhan yang kita duga adalah semacam teriakan tak langsung "Ada bahaya!" atau "Awas!", namun bukan seperti dialog."

Sementara akar pohon pun juga akan mengeluarkan sejumlah komunikasi kimiawi yang berbeda. Namun, karena senyawa ini berada di lapisan tanah, ia tidak akan bisa menyebar sejauh senyawa kmia yang menyebar lewat udara dan air.

Kini para peneliti tengah berupaya meneliti dan mengurai senyawa-senyawa kimia itu agar senyawa informasi itu dapat dimodifikasi dan digunakan secara genetik untuk keperluan pembasmian hama untuk tanaman yang akan dipanen.

Source/ref: Vivanews - apr 2011

TEBU Jadi Alternatif BAHAN BAKAR di BRAZIL

Bookmark and Share

Tebu menjadi alternatif bahan bakar fosil pemanasan global pada mobil dan truk di Brazil. Selain itu, tebu memiliki efek menguntungkan, mendinginkan suhu lokal.

Para peneliti memperingatkan, bukan berarti tebu akan menggantikan hutan Amazon atau vegetasi alam lainnya. Manfaat tebu bisa muncul ketika tebu dimasukkan dalam pertanian yang ada, menggantikan tanah rumput atau tanaman panen seperti kedelai.

"Tebu memiliki kemampuan memantulkan sinar matahari agar ‘berkeringat’ dan keringat tebu mendinginkan udara," kata pemimpin peneliti Scott Loarie dari Carnegie Institution for Science.

Tanaman menarik uap air dari tanah dan memancarkannya ke udara dalam proses fotosintesis, ungkap Loarie. Selain itu, tebu sangat efisien dalam saat melakukan transfer pendingin kelembaban.

“Dengan tebu, efek pendinginan evaporatif jauh lebih signifikan dibanding dengan Albedo (reflektifitas),” katanya.

Studi ini diterbitkan dalam Nature Climate Change. Tebu digunakan dalam biofuel yang menjadi bahan bakar seperempat kendaraan bermotor di Brazil.

Alhasil, atmosfer akan terjaga dari gas rumah kaca karbondioksida yang mempengaruhi iklim global. Namun, karena efisiensinya memancarkan air dingin, suhu lokal akan turun 0,93 derajat Celsius dibanding tanaman lain.

Source/ref: Inilah.com - apr 2011

Minggu, 17 April 2011

Hebat! MADU Bisa Tangkal Bakteri Ganas

Bookmark and Share

Selama berabad-abad, madu yang biasanya dikenal sebagai obat tradisional 'pasangan' jamu, kini bisa menjadi senjata pamungkas melawan bakteri ganas seperti MRSA.

Sebuah penelitian di Selandia baru menunjukkan, madu Manuka disebutkan efektif membunuh tiga jenis bakteri yang biasa menginfeksi saat tubuh terluka, termasuk antara lain kuman super Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

Madu manuka adalah sejenis madu yang diproduksi lebah penghuni pohon manuka di Selandia Baru. Para ahli telah mengenal jenis madu ini sejak lama karena juga sering digunakan dalam produk-produk penyembuh luka modern.

Tim penelitian yang dipimpin oleh Profesor Rose Cooper, dari University of Wales Institute Cardiff (UWIC), menemukan fakta madu manuka mencegah perlekatan bakteri ke jaringan, suatu langkah penting dalam proses infeksi.

"Mencegah ikatan juga dapat menghambat pembentukan biofilm, yang dapat melindungi bakteri dari antibiotik dan membiarkan mereka menimbulkan infeksi secara terus menerus," kata Cooper, seperti yang dilansir Daily Mail.

Studi lainnya yang dilakukan Cooper menunjukkan, madu manuka membuat MRSA menjadi lebih sensitif terhadap antibiotik seperti oksasilin atau secara efektif membalikkan resistensi antibiotik.

"Ini mengindikasikan bahwa antibiotika saat ini mungkin akan lebih efektif mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri resisten jika dikombinasikan dengan madu manuka," jelasnya.

Masih berdasarkan pendapat Cooper, penelitian dapat meningkatkan penggunaan madu klinis karena para dokter kini tengah dihadapkan pada masalah kian meningkatnya kasus resistensi obat.

"Kita perlu cara-cara inovatif dan efektif untuk mengontrol infeksi luka yang tidak mungkin untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan resistensi anti mikroba."

"Ini akan membantu mengurangi penularan bakteri resisten antibiotik dari luka untuk pasien rentan," pungkar Cooper.

Source/ref: Inilah.com - apr 2011

Jumat, 15 April 2011

EROPA Akan Tenggelam di Bawah AFRIKA

Bookmark and Share

Peta pergerakan lempeng di seluruh dunia
Sejak beberapa juta tahun silam, kedua benua Afrika maupun Eropa telah bertemu dan saling menumbuk, akibat pergerakan dua lempeng tektonik Afrika dan Eurasia.

Pinggiran utara Afrika, selama ini, secara perlahan menunjam ke bawah benua Eropa.

Namun, temuan teranyar dari para peneliti menunjukkan sesuatu yang berlawanan. Kini, giliran Eropa yang kemungkinan besar akan berbalik tenggelam di bawah benua Afrika.

European Geosciences Union melakukan rapat pada akhir pekan lalu. Jika kekhawatiran mereka terbukti, ini merupakan hal yang jarang terjadi, serta akan menjadi awal baru munculnya zona subduksi baru.

Di bawah Laut Mediterania, batuan padat di ujung lempeng Afrika sebenarnya telah tenggelam di bawah lempeng Eurasia di mana Eropa berada. Namun, dataran Afrika ternyata terlalu ringan untuk bisa tenggelam di bawah Eropa.

Analisis dari tim peneliti dari Utrecht mengatakan, karena benua Afrika ringan dan tidak bisa tenggelam, membuat bagian subduksi Afrika yang sebelumnya terjadi, patah dan tenggelam di perut bumi.

Ruang kosong yang timbul akibat tenggelamnya subduksi Afrika itu kemudian membuat sebagian lempeng Eurasia justru terdorong ke Selatan. Daerah-daerah itu berada di sepanjang Mediterrania, seperti Kepulauan Balearic, Korsika, Sardinia, dan Kreta.

"Afrika tidak akan tenggelam, padahal Afrika dan Eropa akan terus bertabrakan. Jadi siapa yang akan tenggelam?" kata Rinus Wortel peneliti dari University of Utrecht, dikutip situs BBC.

Wortel juga melihat arah pergerakan lempeng Eropa kini justru menunjam ke bawah lempeng Afrika dan menciptakan zona subduksi baru. Hal ini mengingat lempeng Eurasia lebih berat dari Afrika. "Pada saatnya mungkin kami akan menyaksikan awal dari subduksi Eropa di bawah Afrika," kata Wortel .

Akibatnya, timbul kekhawatiran terhadap kemungkinan semakin seringnya terjadi gempa dan tsunami di daerah Eropa. Padahal, negara-negara Eropa hingga kini belum menyediakan banyak peralatan untuk mengantisipasi gempa atau tsunami di daerah mereka.

Kepastian terhadap terbentuknya zona subduksi Eropa akan melempangkan jalan untuk pemodelan di wilayah ini serta menghitung risiko dari aktivitas gempa dan tsunami di daerah ini.

Biasanya, gempa-gempa yang terjadi di Eropa memang lebih kecil ketimbang yang terjadi di daerah sabuk api vulkano di daerah Pasifik. Namun demikian, sejarah sempat merekam adanya gempa sebesar 8 skala Richter di Eropa.

Source/ref: Vivanews.com - apr 2011

Foto Satelit 'LUBANG HITAM' Bumi di MEKSIKO

Bookmark and Share

Pulau Holbox yg dikelilingi lubang berbatu yg dalam
Korea Multi-purpose Satellite 2 atau Kompsat-2, mengambil foto Holbox, sebuah pulau dengan panjang 42 kilometer yang terpisah dari daratan utama Meksiko oleh sebuah laguna.

“Pulau itu dikelilingi lubang berbatu yang dalam sehingga membuat perairan di atasnya tampak sangat gelap,” sebut juru bicara European Space Agency yang bekerjasama dengan misi Kompsat-2, seperti dikutip dari Space.com, 15 April 2011.

“Dalamnya lubang dan gelapnya perairan membuat pulau tersebut diberi nama Holbox, yang dalam bahasa Maya berarti black hole atau lubang hitam,” ucap juru bicara tersebut.
Berikut foto pulau Holbox yang diambil oleh satelit Kompsat-2 yang dipublikasikan di Space.com:

Pulau Holbox sendiri berada di pertemuan antara samudera Atlantik, teluk Meksiko, dan Karibia. Pertemuan perairan ini membuat

kawasan itu kaya akan nutrisi sehingga sangat mendukung kehidupan laut.

Pantai pasir putih yang masih terjaga keasriannya yang ada di sekeliling pulau itu juga menjadi kawasan penting bagi perkembangbiakan penyu dan lebih dari 500 spesies burung.

Perairan dalam di sekeliling lubang hitam milik planet Bumi itu juga kaya akan plankton dan menjadi rumah bagi lumba-lumba, sejumlah spesies hiu, dan juga hiu paus, ikan terbesar di planet ini.

Source/ref: Vivanews.com - apr 2011

Kamis, 14 April 2011

Terungkap, IKLIM Bisa Picu GEMPA

Bookmark and Share

Untuk pertama kalinya ilmuwan menemukan hubungan intensif iklim dan lempeng tektonik. Temuan ini bisa menyediakan wawasan berharga terjadinya gempa dahsyat.

Memahami mengapa arah dan kecepatan lempeng berubah merupakan kunci kejadian seismik seperti gempa Jepang Maret lalu atau gempa Selandia Baru Februari lalu. Poros Bumi bergeser beberapa inci saat itu.

Tim peneliti Prancis dan Jerman yang dipimpin Australia menemukan, penguatan monsun India mempercepat pergerakan lempeng India 10 juta tahun terakhir dengan faktor 20%.

Kepala peneliti Giampiero Iaffaldano mengatakan, meski para ilmuwan telah lama mengetahui pergerakan tektonik mempengaruhi iklim melalui penciptaan gunung baru dan parit laut, untuk pertama kalinya studi menunjukkan hal sebaliknya.

"Penutupan atau pembukaan cekungan laut baru atau pembuatan gunung besar seperti Andes atau Tibet merupakan proses geologis yang mempengaruhi pola iklim," ungkap ilmuwan bumi Iaffaldano di Australian National University.


"Untuk pertama kalinya, kami membuktikan hal sebaliknya memang benar terjadi", katanya. "Pola iklim bisa mempengaruhi kembali dalam suatu mekanisme umpan balik gerak lempeng tektonik," tutupnya.


Source/ref: Inilah.com - apr 2011

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More