Halaman

Sabtu, 16 April 2011

Kejadian Dalam HIDUP yang Paling Bikin Orang Stress

Bookmark and Share

Stress pasti pernah dialami oleh kebanyakan orang, siapa pun dia dan apapun statusnya. Tapi 10 kejadian dalam hidup ini diyakini merupakan penyebab paling sering yang membuat orang stres. Apa saja?

Psikiater Thomas Holmes dan Richard Rahe pernah melakukan survei dengan mempelajari catatan medis lebih dari 5.000 pasien untuk melihat apakah hubungan antara kejadian dalam hidup, stres dan penyakit yang dialami.

Jumat, 15 April 2011

Kisah Tragis Miliki Orangtua SAUDARA KANDUNG

Bookmark and Share

Teresa Weiler
Teresa Weiler kalut melihat data yang menyebut orangtuanya memiliki hubungan darah. Ayah dan ibunya ternyata saudara kandung. Ia seolah mendapat jawaban atas kondisi fisiknya yang sangat lemah.

Teresa yang kala itu berusia 20 tahun memiliki keyakinan bahwa pernikahan terlarang orangtuanya menjadi pemicu cacat genetik di tubuhnya. Cacat yang memicu masalah kesehatan dan kejiwaan sejak kecil.

Wanita itu sengaja mencari tahu identitas orangtuanya untuk melihat riwayat genetiknya. Maklum, setelah lahir ia ditinggal ibu kandungnya di rumah sakit. Dan setelah tiga tahun menghuni panti asuhan di Brentwood, Essex, ia menjadi bagian sebuah keluarga angkat, Terence dan Truda Weiler.

Dalam keluarga angkatnya yang harmonis, Teresa menghabiskan masa-masa kanak-kanaknya dengan bahagia bersama saudara tiri. Hanya, selama tumbuh kembang menuju dewasa, sejumlah gangguan kesehatan muncul.

Di usia remaja ia didiagnosis menderita osteorathiritis. “Saya senang bermain hockey. Bahkan sempat mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten. Namun saat umur 17 tahun, tempurung lutut kanan saya hancur ketika dalam sebuah pertandingan. Saya harus menjalani operasi,” katanya, seperti dikutip The Sun.

Selama 30 tahun ia menyimpan rahasia orangtua tentang kandungnya. Psikologis terganggu, terutama dalam pergaulan. Ia menjaga jarak terhadap teman laki-laki. Ia akan berpikir berulang kali ketika ingin dipacari teman prianya.

“Saya single. Walaupun saya tetap bahagia dengan pekerjaan dan hidup, saya tetap merasa telah mengorbankan sebagian besar kehidupan karena orangtua saya,” kata wanita yang kini berusia 52 tahun.

Masalah itu juga membuatnya tak bisa memiliki anak. Selain fisik lemah, ia takut melakukan program kehamilan lantaran khawatir menurunkan masalah genetika kepada buah hatinya. “Saya memutuskan untuk tidak menjadi seorang ibu,” ujar wanita yang kini bekerja sebagai manajer taman kanak-kanak.

Tumbuh di tengah keluarga religius, nilai-nilai agama Katolik begitu ketat diterapkan. Jelas, perkawinan antara kakak dan adik berseberangan dengan agamanya. Tak hanya soal kesehatan, ini juga membuatnya merasa kotor dan sakit.

Ia merasa terpukul. Ia menggugat ibunya yang tega meninggalkannya di rumah sakit usai kelahiran. Namun di balik rasa sakit hati, ia sempat menemui ibunya walau hanya 20 menit. “Saat itu, ia lalu meninggalkan nomor telepon. Namun, ketika saya hubungi, tidak bisa. Sejak itu kami tak pernah komunikasi lagi.”


Source/ref: Vivanews - apr 2011

EROPA Akan Tenggelam di Bawah AFRIKA

Bookmark and Share

Peta pergerakan lempeng di seluruh dunia
Sejak beberapa juta tahun silam, kedua benua Afrika maupun Eropa telah bertemu dan saling menumbuk, akibat pergerakan dua lempeng tektonik Afrika dan Eurasia.

Pinggiran utara Afrika, selama ini, secara perlahan menunjam ke bawah benua Eropa.

Namun, temuan teranyar dari para peneliti menunjukkan sesuatu yang berlawanan. Kini, giliran Eropa yang kemungkinan besar akan berbalik tenggelam di bawah benua Afrika.

European Geosciences Union melakukan rapat pada akhir pekan lalu. Jika kekhawatiran mereka terbukti, ini merupakan hal yang jarang terjadi, serta akan menjadi awal baru munculnya zona subduksi baru.

Di bawah Laut Mediterania, batuan padat di ujung lempeng Afrika sebenarnya telah tenggelam di bawah lempeng Eurasia di mana Eropa berada. Namun, dataran Afrika ternyata terlalu ringan untuk bisa tenggelam di bawah Eropa.

Analisis dari tim peneliti dari Utrecht mengatakan, karena benua Afrika ringan dan tidak bisa tenggelam, membuat bagian subduksi Afrika yang sebelumnya terjadi, patah dan tenggelam di perut bumi.

Ruang kosong yang timbul akibat tenggelamnya subduksi Afrika itu kemudian membuat sebagian lempeng Eurasia justru terdorong ke Selatan. Daerah-daerah itu berada di sepanjang Mediterrania, seperti Kepulauan Balearic, Korsika, Sardinia, dan Kreta.

"Afrika tidak akan tenggelam, padahal Afrika dan Eropa akan terus bertabrakan. Jadi siapa yang akan tenggelam?" kata Rinus Wortel peneliti dari University of Utrecht, dikutip situs BBC.

Wortel juga melihat arah pergerakan lempeng Eropa kini justru menunjam ke bawah lempeng Afrika dan menciptakan zona subduksi baru. Hal ini mengingat lempeng Eurasia lebih berat dari Afrika. "Pada saatnya mungkin kami akan menyaksikan awal dari subduksi Eropa di bawah Afrika," kata Wortel .

Akibatnya, timbul kekhawatiran terhadap kemungkinan semakin seringnya terjadi gempa dan tsunami di daerah Eropa. Padahal, negara-negara Eropa hingga kini belum menyediakan banyak peralatan untuk mengantisipasi gempa atau tsunami di daerah mereka.

Kepastian terhadap terbentuknya zona subduksi Eropa akan melempangkan jalan untuk pemodelan di wilayah ini serta menghitung risiko dari aktivitas gempa dan tsunami di daerah ini.

Biasanya, gempa-gempa yang terjadi di Eropa memang lebih kecil ketimbang yang terjadi di daerah sabuk api vulkano di daerah Pasifik. Namun demikian, sejarah sempat merekam adanya gempa sebesar 8 skala Richter di Eropa.

Source/ref: Vivanews.com - apr 2011

Foto Satelit 'LUBANG HITAM' Bumi di MEKSIKO

Bookmark and Share

Pulau Holbox yg dikelilingi lubang berbatu yg dalam
Korea Multi-purpose Satellite 2 atau Kompsat-2, mengambil foto Holbox, sebuah pulau dengan panjang 42 kilometer yang terpisah dari daratan utama Meksiko oleh sebuah laguna.

“Pulau itu dikelilingi lubang berbatu yang dalam sehingga membuat perairan di atasnya tampak sangat gelap,” sebut juru bicara European Space Agency yang bekerjasama dengan misi Kompsat-2, seperti dikutip dari Space.com, 15 April 2011.

“Dalamnya lubang dan gelapnya perairan membuat pulau tersebut diberi nama Holbox, yang dalam bahasa Maya berarti black hole atau lubang hitam,” ucap juru bicara tersebut.
Berikut foto pulau Holbox yang diambil oleh satelit Kompsat-2 yang dipublikasikan di Space.com:

Pulau Holbox sendiri berada di pertemuan antara samudera Atlantik, teluk Meksiko, dan Karibia. Pertemuan perairan ini membuat

kawasan itu kaya akan nutrisi sehingga sangat mendukung kehidupan laut.

Pantai pasir putih yang masih terjaga keasriannya yang ada di sekeliling pulau itu juga menjadi kawasan penting bagi perkembangbiakan penyu dan lebih dari 500 spesies burung.

Perairan dalam di sekeliling lubang hitam milik planet Bumi itu juga kaya akan plankton dan menjadi rumah bagi lumba-lumba, sejumlah spesies hiu, dan juga hiu paus, ikan terbesar di planet ini.

Source/ref: Vivanews.com - apr 2011

Kamis, 14 April 2011

Terungkap, IKLIM Bisa Picu GEMPA

Bookmark and Share

Untuk pertama kalinya ilmuwan menemukan hubungan intensif iklim dan lempeng tektonik. Temuan ini bisa menyediakan wawasan berharga terjadinya gempa dahsyat.

Memahami mengapa arah dan kecepatan lempeng berubah merupakan kunci kejadian seismik seperti gempa Jepang Maret lalu atau gempa Selandia Baru Februari lalu. Poros Bumi bergeser beberapa inci saat itu.

Tim peneliti Prancis dan Jerman yang dipimpin Australia menemukan, penguatan monsun India mempercepat pergerakan lempeng India 10 juta tahun terakhir dengan faktor 20%.

Kepala peneliti Giampiero Iaffaldano mengatakan, meski para ilmuwan telah lama mengetahui pergerakan tektonik mempengaruhi iklim melalui penciptaan gunung baru dan parit laut, untuk pertama kalinya studi menunjukkan hal sebaliknya.

"Penutupan atau pembukaan cekungan laut baru atau pembuatan gunung besar seperti Andes atau Tibet merupakan proses geologis yang mempengaruhi pola iklim," ungkap ilmuwan bumi Iaffaldano di Australian National University.


"Untuk pertama kalinya, kami membuktikan hal sebaliknya memang benar terjadi", katanya. "Pola iklim bisa mempengaruhi kembali dalam suatu mekanisme umpan balik gerak lempeng tektonik," tutupnya.


Source/ref: Inilah.com - apr 2011

Jasad MANUSIA PURBA Ditemukan di IOWA, Amerika Serikat

Bookmark and Share

Jasad Manusia Purba
Diperkirakan usia manusia purba itu sudah berumur ribuan tahun.

Tanpa disengaja, sekelompok pekerja riol atau konstruksi saluran pembuangan di Iowa, Amerika Serikat, menemukan jasad manusia purba. Diperkirakan jasad yang ditemukan di tenggara Des Moines itu berusia 7.000 tahun.

Sejatinya, jasad itu sudah ditemukan sejak bulan Januari silam. Namun, baru diumumkan secara luas pada April. Demikian dilansir Fox News, Kamis 14 April 2011.

Jasad manusia purba itu ditemukan di dekat sebuah situs di mana diperkirakan para ilmuwan adalah tempat sekelompok manusia purba memanen, memasak, makan kerang ribuan tahun yang lalu.

John Doershuk, arkeologi ternama di AS, mengatakan pada Des Moines Register bahwa situs tersebut agak unik, serupa dengan situs yang ditemukannya di Midwest.

"Keberadaan situs tersebut sengaja disembunyikan. Kami ingin tempat itu tetap steril dari ilmuwan, terlebih lagi penjarah," ujarnya.

Penemuan dan penggalian arkeologi ini terpaksa menunda proyek selokan senilai US$37,8 juta (setara Rp325 miliar) selama sedikitnya enam bulan. Diperkirakan Wastewater Reclamation Authority akan kehilangan kocek sebesar US$1,5 juta atau lebih karena penundaan tersebut.

Belum diketahui apa jenis manusia purba yang ditemui para ilmuwan tersebut. Umumnya, jasad manusia purba yang ditemukan di sekitar Amerika Selatan adalah Paranthropus Robustus dan Paranthropus Transvaalensis. Keduanya memiliki ciri isi volume otak sekitar 600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter.

Source/ref: Vivanews - apr 2011

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More