Halaman

Kamis, 10 Maret 2011

GUNUNG API Terbesar di Dunia Akan Meletus?

Bookmark and Share

Gundukan magma yg terus meninggi di Yellowstone National Park.
Gunung berapi di Yellowstone National Park, di kawasan barat laut Wyoming, Amerika Serikat, menunjukkan tanda-tanda aktivitas yang tidak lazim.
 
Menurut catatan United States Geological Survey, dataran di kawasan itu telah naik dengan kecepatan tiga inci atau sekitar 7,6 sentimeter per tahun dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi sejak mulai dicatat pada tahun 1923.

“Pertumbuhan ketinggian tersebut sangat tidak lazim karena ia terjadi di kawasan yang sedemikian luas dan pada kecepatan yang sangat tinggi,” kata Robert Smith, seorang profesor geofisika dari University of Utah, seperti diberitakan DailyMail, 9 Maret 2011.

Awalnya, kata Smith, pihaknya khawatir bahwa fenomena ini akan menjurus ke meletusnya gunung tersebut. “Namun demikian, kami mendapati bahwa magma di bawah kawasan itu kini berada di kedalaman 10 kilometer, jadi kita tidak usah panik,” ucapnya.

Meski begitu, Smith menyebutkan, jika magma terus naik hingga hanya 2 sampai 3 kilometer dari permukaan tanah, saat itulah warga AS perlu betul-betul khawatir.

Seperti diketahui, gunung di Yellowstone National Park pernah dua kali meletus secara dahsyat sekitar 1,3 juta tahun lalu dan sekitar 642 ribu tahun lalu. Terakhir kali meletus, ia memuntahkan debu hingga ketinggian 30 ribu kaki atau sekitar 9.100 meter dan debunya telah menutup kawasan mulai dari barat Amerika Serikat hingga Teluk Meksiko.

Para peneliti memprediksi, jika fenomena kenaikan permukaan tanah di kawasan tersebut berlanjut, gunung berapi super ini berpotensi meletus dalam waktu dekat. Jika sampai meletus, maka dua per tiga bagian dari Amerika Serikat tidak akan lagi dapat dihuni.

Sayangnya, akibat kurangnya data yang dimiliki dari letusan terakhir, peneliti tidak dapat memperkirakan kapan bencana alam berikutnya akan terjadi. Yang pasti, letusan dahsyat gunung ini bakal membuat letusan gunung Eyjafjallajokull di Islandia pada April 2010 lalu--yang sempat merusak jadwal penerbangan di seluruh dunia--menjadi tampak sangat kecil skalanya.

Source/ref: Vivanews - mar 2011

Wow, Kura-Kura MUTAN BERKEPALA DUA

Bookmark and Share

Kura-kura Afrika berkepala dua menjadi pemandangan langka di kawasan Afrika Utara. Bertubuh mungil, kura-kura berusia 7 minggu itu menarik perhatian.

Kura-kura African Spurred Tortoise yang masing-masing bernama Madga dan Lenka dan lahir di Slovenia dengan lima kaki ini ditampilkan di Zilina, Slovakia. Meskipun tampak mungil, kura-kura tersebut merupakan anggota spesies ketiga terbesar di dunia selain Galapagos Tortoise dan Aldabra Giant Turtle.

Bernama latin Geochelone sulcata, hewan ini memiliki habitat di ujung selatan gunung Sahara, Afrika Utara. Berat kura-kura dewasa biasanya 70 sampai 100 pon dengan ukuran 45 sentimeter.

Jangka hidup African Spurred Tortoise sekitar 30 sampai 50 tahun, meskipun sering hidup lebih lama. Kura-kura jenis ini paling tua berusia 45 tahun, berada di penangkaran Giza Zoological Gardens, Mesir.

Source/ref: Inilah.com - Mar 2011

Lagi, Fenomena Jutaan Ikan Mati Mengguncang AS

Bookmark and Share

Beberapa bulan sejak kematian ratusan ribu burung, ikan, dan hewan lain membuat bingung ilmuwan, kini peristiwa itu terjadi lagi. Kematian ikan massal yang misterius terjadi di Pantai Redondo, California, Amerika.

Jutaan ikan kecil termasuk sarden, mackerel, dan ikan teri ditemukan mati pada tengah malam di Pantai Redondo, California, Amerika Serikat. Hingga kini, pihak terkait masih bingung dan belum menemukan penyebabnya.

“Kami memiliki jutaan ikan teri mati di pelabuhan. Hingga saat ini penyebab pasti belum diketahui,” ujar Sersan Phil Keenan...dari kepolisian Pantai Redondo.

Salah satu koordinator kelautan di King Harbor Marina, Staci Gabrielli menduga penyebab kematian ikan itu adalah pertumbuhan alga yang berlebihan sehingga membuat ikan keracunan dan kekurangan oksigen.

“Ikan-ikan itu sedang berusaha melarikan diri dari air pasang. Ini disebabkan pertumbuhan alami alga yang menyebabkan ikan keracunan dan kekurangan oksigen,” kata Gabrielli.

Meskipun begitu, pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi. Saat ini, pihak berwenang masih mengumpulkan sampel ikan mati. Penyebab sementara kematian memang kekurangan oksigen namun belum ada bukti tumpahan minyak atau bahan kimia.

Beberapa waktu sebelumnya, ditemukan sekitar ratusan burung hitam bersayap merah jatuh dari langit dalam keadaan mati di kawasan Pointe Coupee, Louisiana serta 80 ribu hingga 100 ribu ikan mati di tepi Sungai Arkansas, Amerika Serikat. 

Soource/ref: Inilah.com - 9 Maret 2011

Rabu, 09 Maret 2011

Ingin Bakar KALORI?? Pastikan EKSTRAK CABAI DALAM MENU

Bookmark and Share

Cabai sudah dikenal memicu keluarnya keringat secara alami. Fakta itu segera menginspirasi peneliti untuk mengembangkan ekstrak cabai yang nantinya bermanfaat menurunkan berat badan.

Efektifkah? Bisa Jadi. Pasalnya, dalam sejumlah penelitian ekstrak cabai yang digunakan sebagai bahan pencampur kue coklat mampu membakar jumlah kalori secara signifikan.

Jumlah Orang Kaya Melonjak di Indonesia, Indonesia Makin Makmur??

Bookmark and Share

VIVAnews- Jumlah penduduk yang tergolong memiliki kehidupan mapan di Indonesia ternyata mengejutkan. Riset Standard Chartered Bank menyebutkan, jumlah orang mapan atau berpenghasilan Rp240 juta-500 juta per bulan mencapai 4 juta orang.

Jumlah itu menempati urutan ketiga negara di Asia (kecuali Jepang) setelah China dan India. Jumlah penduduk mapan China mencapai 23,3 juta orang, sedangkan India sebanyak 5,2 juta orang.

# Eksekutif Muda Indonesia Dalam Adegan Sinetron #
Jika dibandingkan dengan negara Asia, jumlah penduduk mapan Indonesia merupakan 9 persen dari populasi penduduk kaya Asia. Jumlah orang mapan Indonesia mengalahkan Korea (3,2 juta jiwa), Taiwan (1,8 juta jiwa), Malaysia (1,6 juta jiwa), Hong Kong (1,2 juta jiwa) dan Singapura (700 ribu jiwa).

Total jumlah penduduk mapan di Asia  mencapai 42 juta orang pada 2009 dan diperkirakan meningkat menjadi 86 juta pada 2013. Sedangkan yang masuk golongan lebih makmur atau kalangan atas jumlahnya lebih sedikit, hanya 18 juta orang. Jumlah itu diramalkan kan melonjak 18 persen menjadi 35 juta orang pada 2013. Sementara itu, untuk level tertinggi atau super kaya jumlahnya mencapai satu juta dan diperkirakan meningkat menjadi dua juta pada 2013.

Jumlah populasi kalangan mapan di Asia meningkat 2,5 kali lipat dibanding kalangan atas. Sedangkan satu dari empat kalangan mapan akan meningkat menjadi kalangan atas pada tiga tahun mendatang. Orang mapan ini mempunyai beberapa syarat, yaitu penghasilan Rp240 juta ke atas setiap bulan atau melakukan investasi Rp150 juta per bulan.

Riset menunjukkan bahwa kalangan mapan di Asia meningkat sekitar 20 persen selama beberapa tahun belakangan. Mereka terdiri dari usia 25-40 tahun, atau didominasi kaum muda, profesional, eksekutif dinamis dan pasangan keluarga muda.

Dari sisi belanja, kalangan mapan itu menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2000 jumlah yang mereka belanjakan hanya US$800 jut. Sepuluh tahun kemudian uang yang merka belanjakan melonjak menjadi US$30,2 miliar.

Pertumbuhan Spektakuler

Tak hanya riset Standard Chartered Bank, riset Credit Suisse Research Institute dalam laporan "Credit Suisse Global Wealth Report 2010' dan riset Merril Lynch Wealth Management, Bank of America dan Capgemini dalam laporan "Asia Pacific Wealth Report 2010" juga menyebutkan banyaknya miliarder Indonesia.

Selain kekayaan secara rata-rata, kedua riset itu lebih menyoroti mereka yang masuk dalam kategori high net worth. Ini adalah istilah yang kerap mereka gunakan untuk menyebutkan seseorang yang memiliki harta atau kekayaan minimal US$1 juta atau Rp9 miliar.

Menurut Credit Suisse, di Indonesia jumlah pemilik kekayaan bersih di atas Rp9 miliar diperkirakan mencapai 60 ribu orang dewasa. Sebagian besar (80 persen) kekayaan orang Indonesia tersebut diinvestasikan dalam instrumen non finansial, seperti properti baik bangunan dan tanah.

Bukan hanya untuk kelompok miliarder, secara keseluruhan, Credit Suisse mencatat rata-rata kekayaan orang Indonesia meningkat lima kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. "Ini adalah pertumbuhan spektakuler di dunia," kata Walter Berchtold, CEO Private Banking Credit Suisse dalam laporannya.

Di Indonesia, secara rata-rata, kekayaan bersih 150 juta warga dewasa rata-rata lebih dari US$2.300 pada tahun 2000. Sekarang, sudah melonjak menjadi US$12.000. Salah satu sumber kenaikan kekayaan warganya adalah dari kenaikan harga properti dalam satu dekade ini.

Sedangkan, menurut Merrill Lynch dan Capgemini jumlah miliarder Indonesia sebanyak 24 ribu orang yang memiliki kekayaan bersih di atas Rp9 miliar dengan total harta US$80 miliar.

Banyaknya orang mapan di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan pendapatan penduduk. Saat ini, pendapatan per kapita Indonesia US$3000 atau Rp27 juta per tahun. Pemerintah menargetkan pendapatan per kapita pada 2025 menembus US$12.900-16.100 pert ahun atau sekitar Rp116-145 juta per tahun.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, kenaikan itu disebabkanoleh pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai sekitar enam persen atau lebih, yang pada gilirannya akan meningkatkan Produk Domestik Brutto. "Dampaknya akan lebih bagus jika pertumbuhan PDB lebih cepat dibanding laju pertumbuhan penduduk," ujarnya.
Jika momentum pertumbuhan terus dijaga, kata Rusman,  pertumbuhan akan bisa mencapai tujuh persen atau lebih. Makin bergairahnya perekonomian nasional akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan per kapita.

Ekonom Dradjad Hari Wibowo menilai ada sejumlah penyebab mengapa kelompok kelas menengah ini mengalami pertumbuhan pesat. Dradjad mengistilahkan mereka sebagai kelompok orang kaya baru Indonesia.

Pertama, tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang semakin membaik. Belakangan ini, semakin banyak penduduk yang mengenyam akses pendidikan sejak diberlakukannya wajib belajar dulu. "Makin banyak sarjana dan pasca sarjana."

Kedua, reformasi ekonomi dan politik telah menciptakan banyak orang kaya baru terutama dari perkebunan, pertambangan khususnya batu bara dan sebagian kehutanan. Kalau sebelumnya akses terhadap kekayaan sumber alam hanya dikuasai kelompok terbatas, sekarang lebih meluas ke elit-elit politik, daerah, ormas.

Ketiga, imbas dari booming sektor keuangan, teknologi informasi dan industri kreatif menciptakan orang kaya baru dari kelompok muda. Kelompok ini perlu diperbesar. Booming ini bukan hanya terjadi di sektor industri. Namun, sektor pertanian juga berkembang lebih pesat. Ini merupakan resep yang ampuh untuk mengentaskan penduduk miskin.

Kaum Miskin Masih Besar

Meningkatnya kaum mapan itu apakah berarti penduduk miskin di Indonesia berkurang?
Mengenai hal itu, Chief Economist Danareksa Research, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan, "Meski angka kemiskinan menurun, namun jumlahnya masih besar."
Data menunjukkan, prosentase angka kemiskinan hanya turun 0,9 poin dari dari 14,2 persen pada 2009 menjadi 13,3 persen pada 2010. Bila dilihat jumlah, penduduk miskin Indonesia turun dari 32 juta jiwa menjadi 31,02 juta pada 2010.

Perhitungan Purbaya, untuk mengurangi angka kemiskinan secara berkesinambungan, pemerintah harus berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi 6,7 persen atau lebih baik bisa mencapai 7 persen. Pertumbuhan ekonomi ini, kata dia,  tidak boleh terkonsentrasi pada kalangan tertentu, seperti kelas menengah ke atas.

Ia mencontohkan Mesir mempunyai pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, yaitu 7 persen pada 2006-2008, dan melambat menjadi 5 persen pada 2009. Namun angka kemiskinan tidak turun secara merata. Akibatnya timbul keresahan sosial karena ketimpangan tersebut.

Source/ref: Vivanews.com - 8 Maret 2011

Selasa, 08 Maret 2011

Dalam Kurun 10 Tahun Diprediksi Akan Muncul 3 Bencana Mematikan

Bookmark and Share

Dunia diminta bersiaga menghadapi setidaknya tiga hingga lima bencana perkotaan mematikan dalam 10 tahun mendatang. Inilah kota yang harus waspada.


Menurut Disasters Emergency Committee (DEC), perlu persiapan secara maksimal untuk menghadapi beberapa bencana, salah satunya gempa bumi. Kota yang paling besar terkena dampak di antaranya Teheran (Iran), Istanbul (Turki), dan Kathmandu (Nepal).

Laporan itu berdasarkan analisis kerusakan akibat gempa bumi di Haiti tahun lalu yang menewaskan 300.000 orang.

"Gempa Haiti menunjukkan kepada kita salah satu tantangan terbesar... dalam kurun 30 tahun terakhir dalam bidang kemanusiaan," ujar CEO DEC Brendan Gormley.
Penduduk lokal, pebisnis, komunitas dan pemerintah daerah diminta bekerja sama dengan konsisten mencegah bencana memiliki dampak besar bagi masyarakat, lapor DEC berdasarkan keterangan Daily Mail.

Mereka juga menyarankan keberadaan pemukiman permanen, daripada membangun tempat penampungan sementara, di berbagai kota besar.

Di seluruh dunia, setidaknya 950 juta penduduk tinggal di daerah kumuh perkotaan yang rentan terhadap semua bencana seperti banjir, angin kencang, longsor, gempa, gunung api dan lainnya.

Laporan DEC menegaskan perlunya rencana jangka panjang pemerintah yang harus melibatkan pebisnis maupun komunitas lokal untuk membangun sistem penyelamatan jika terjadi bencana perkotaan. 

Source/ref: Inilah.com - 8 Maret 2011

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More