Halaman

Selasa, 08 Maret 2011

Inilah DOKUMEN Kehidupan PENYIHIR Abad 17

Bookmark and Share

Buku tentang persidangan Penyihir Abad 17
Sebuah buku tebal berusia 380 tahun yang berisi dokumen persidangan penyihir perempuan di Inggris abad 17 dipublikasikan di media online. Seperti apa?

Buku yang ditulis oleh Nehemiah Wallington, seorang puritan Inggris, menceritakan nasib wanita yang dituduh memiliki hubungan dengan setan pada saat Inggris terlibat perang saudara.

Dokumen itu mengungkapkan rincian percobaan sihir yang dilakukan di Chelmsford pada Juli 1645. Saat itu, lebih dari...100 penduduk dicurigai sebagai penyihir di Essex dan Suffolk.

"Banyak dari mereka yang secara sukarela, tanpa dipaksa atau secara pasrah menyatakan diri telah membuat perjanjian dengan setan," tulis Wallington di dokumen itu. Beberapa penganut Kristen telah terbunuh, tambahnya lagi.

Dari data di buku itu, disebutkan 30 perempuan diadili di Chelmsford dan 14 orang dibunuh dengan hukuman gantung.

Wallington juga menceritakan pengalaman Rebecca West, seorang prempuan yang dicurigai sebagai penyihir yang sering melakukan hubungan seksual dengan setan. Ia disiksa karena telah melakukan pelanggaran di dunia.

Carol Burrows yang melakukan digitalisasi pada buku itu menyebutkan dokumen itu sangat penting karena berhubungan dengan perang sipil. “Ini adalah data pribadi sehingga menceritakan banyak hal tentang masa-masa bermasalah Inggris.”

Tim dari John Rylands Center for Heritage Imaging and Collection Care di University of Manchester, Inggris, menghabiskan dua minggu untuk memotret buku yang disimpan di Tatton Hall, Cheshire itu. 

Source/ref: Inilah.com - 8 Maret 2011

Wow, Ilmuwan NASA Temukan Bakteri Alien di Meteor

Bookmark and Share

Ilmuwan NASA percaya telah menemukan bentuk kehidupan alien yang mampu menjelaskan bagaimana awal mula kemunculan makhluk hidup di Bumi. Seperti apa?

Klaim tidak biasa itu diungkapkan Dr. Richard Hoover, astrobiologi di Marshall Space Flight Center, NASA, setelah 10 tahun mempelajari bakteri mungil di meteorit yang jatuh di berbagai kawasan di seluruh dunia.

Hoover mengaku telah melakukan...perjalanan ke Antartika, Siberia dan Alaska untuk mempelajari bentuk paling aneh di meteor, CT1 carbonaceous chondrites. Materi ini hanya sembilan buah di Bumi.

Melihat lebih jauh lewat mikroskop, Hoover menemukan beberapa fosil bakteri di CT1 carbonaceous chondrites. Beberapa diantaranya mirip dengan bakteri di bumi namun yang lainnya tidak terjelaskan, seperti alien.

Terbaru, Hoover menemukan sebuah meteorit yang berisi organisme dengan ukuran dan struktur yang sama dengan bakteri raksasa Titanospirillum velox, organisme yang ditemukan di atas Bumi. Hoover percaya bakteri itu telah menyebar lebih luas dari perkiraan.

"Saya mengira bakteri baru itu merupakan indikasi kehidupan telah berkembang luas dari perkiraan sebelumnya. Dalam banyak kasus, bakteri itu bisa disejajarkan dengan beberapa spesies di Bumi,” kata Hoover kepada Fox News. Penemuan ini dipublikasikan di Journal of Cosmology. [mor]

Bagaimana Menurut Pendapat Anda???

Source: Inilah.com - 7 Maret 2011

MSG (Vetsin), Aman Tidak Sih??

Bookmark and Share

Bukan untuk sekadar pelengkap jika seorang koki memasukkan sedikit monosodium glutamat (MSG) ke dalam masakan. Kemampuan MSG untuk memunculkan rasa gurih dalam masakan berkuah, tumis, atau goreng memang tak diragukan.

Meski sudah dikenal dalam dunia kuliner selama puluhan tahun, penyedap rasa ini tak serta-merta terbebas dari isu negatif, terutama dikaitkan dengan kesehatan. Bahkan, sebagian orang menganggapnya "racun" yang perlu dihindari.

Jenis-jenis TEH dan MANFAATNYA

Bookmark and Share

Berbagai jenis teh yang ada tidak hanya menawarkan perbedaan rasa, tetapi juga beragam manfaat bagi kesehatan. Ada jenis teh yang baik untuk tulang dan gigi, ada juga yang khusus direkomendasikan untuk menurunkan berat badan.

Manfaat dari masing-masing jenis teh antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (8//3/2011).

Temuan NASA Soal FOSIL ALIEN KELIRU

Bookmark and Share

Seorang ilmuwan NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat) menyatakan telah menemukan fosil bakteri di meteorit. Namun, atasannya sendiri justru membantah klaim tersebut.

Sebagaimana disiarkan VIVAnews sebelumnya, seorang ilmuwan bernama Richard B Hoover, menunjukkan bukti adanya makhluk hidup dalam meteorit.

Peneliti dari Pusat Penerbangan Marshall NASA itu mengklaim bahwa ia dan timnya menemukan bukti makhluk hidup berupa fosil bakteri langka, yang hidup di dalam bongkahan batu dari luar angkasa itu. Citra ini diperolehnya dengan menggunakan mikroskop. Ia mengira bahwa fosil bakteri kecil itu adalah cyanobacteria. Tapi, ternyata keliru.

Sekadar diketahui, Cyanobacteria merupakan bakteri biru-hijau yang masuk golongan bakteri autotrof fotosintetik. Dia dapat menghasilkan makanan sendiri dengan bantuan sinar matahari secara kimia.

Laporan tersebut kini lantas dihentikan perluasannya oleh NASA, meski sempat dipublikasikan Jumat lalu di salah satu jurnal online eksentrik: Journal of Cosmology.

Akibat kecorobohan Hoover, NASA mulai memperhitungkan pekerjaannya. Senin kemarin, Paulus Hertz, kepala direktorat misi NASA mengatakan bahwa NASA tidak dapat berdiri di belakangnya dan mendukung klaim ilmiah tersebut.

"Kami tidak dapat mendukung klaim ilmiah sampai benar-benar dikaji secara menyeluruh dan memenuhi syarat ... Kami bahkan tidak mengetahui pengajuan kertas ke Journal of Cosmology atau publikasi yang terjadi belakangan ini," kata Hertz.

Menanggapi isu ini, Journal of Cosmology pun turut buka mulut. Media publikasi yang berusia 2 tahun itu mengklaim bahwa publikasi itu telah diuji bersama ilmuwan (peer-reviewed).

Pada kasus ini, editor jurnal mengatakan artikel yang dikirimkan Hoover telah melalui kritik dari 100 ilmuwan terkemuka dan layak dimasukkan dalam jurnalnya. Dalam penelitian ilmiah normal, peer-review dibutuhkan untuk sebelum diterbitkan untuk menjamin keakuratan.

Source/ref: Vivanews.com - mar 2011

Efek PEMANASAN GLOBAL: Koloni PINGUIN Raib

Bookmark and Share

Ini adalah efek nyata akibat pemanasan global yang terjadi di bumi. Sekelompok penguin yang biasa mendiami daerah semenanjung Antartika Barat kini raib secara misterius.

Walaupun sebelumnya sudah diperkirakan bahwa penguin adalah mahluk yang akan terimbas secara langsung oleh efek pemanasan global, namun kasus ini ini merupakan kehilangan koloni penguin pertama yang terdokumentasi.

Koloni ini sendiri ditemukan pertama kali pada 1948, di sebuah pulau bernama Emperor Island. Tercatat ada sekitar 150 pasang penguin di kelompok ini. Populasi koloni penguin terlihat stabil sampai 1970.

Namun, pada 1978, sebuah laporan memperlihatkan adanya penurunan drastis hingga pada akhirnya sebuah riset menemukan bahwa pulau itu kini telah kosong pada 2009.

Menurut perkiraan tim peneliti dari British Antarctic Survey, penguin-penguin dari Emperor harus berpindah dari daerah mereka berasal, karena perubahan kondisi es, dan secara rutin mereka akan pulang kembali ke kampung halaman mereka.

#Sekelompok Penguin Bergerombol#
Namun, jumlah penguin yang pulang ke habitat asal mereka kian lama kian berkurang, hingga akhirnya koloni di tempat ini benar-benar hilang. "Ini merupakan pertanyaan besar yang belum terjawab," ujar Philip Trathan, ketua tim peneliti yang mengepalai konservasi biologi, seperti dikutip oleh situs LiveScience.

Hingga belum dapat diketahui apakah koloni penguin itu sekadar pindah tempat atau kini mereka telah mati.
  
Karang es adalah sesuatu yang sangat krusial bagi penguin. Kebanyakan penguin Emperor berbiak di karang es. Saat es mulai terbentuk pada musim gugur, penguin berkelompok membentuk koloni.

Di sana mereka kawin, bertelur, mengembang biakkan anak-anak, hingga pertengahan musim panas. Koloni penguin Emperor biasanya juga membuat sangkar di darat, walaupun beberapa laporan juga mengatakan bahwa mereka juga membangun rumah di es.

Source/ref: Vivanews.com - Mar 2011

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More